Kamis, 08 Agustus 2019

Teodolit Sebagai Alat Ukur Tanah

Teodolit ialah alat untuk mengukur sudut. Pada pandangan pertama alat ini terlihat sebagai suatu alat yang agak rumit, tetapi cara kerjanya sanggup dipelajari dengan lebih cepat jikalau alat ini dipisah-pisahkan dalam bentuk skema (diagram) ke dalam bagian-­bagiannya secara terpisah dan masing-masing dijelaskan secara mandiri.


Penggolongan


Suatu teodolit umumnya digolong-golongkan, berdasarkan cara yang digunakan untuk membaca lingkaran, kegunaannya dan ketelitiannya. Penggolongan yang utama ialah berdasarkan cara yang digunakan untuk membaca lingkaran. Cara-cara tersebut ialah :


1. Vernier


2. Skala optis atau mikrometer optis.


 


Teodolit Vernier


Seperti tersebut pada namanya teodolit ini di5aca dengan vernier – salah satu jenis skala komplemen – yang memungkinkan pembacaan hingga 20 detik,. Bagian-bagian utama teodolit menyerupai terlihat dalam gambar 12.1.0.1 ialah :


 


Tripod/statif/kaki tiga


Kegunaan tripod ialah untuk menunjang teodolit. Tripod sanggup teleskopi ( Mempunyai kaki yang sanggup diubah-ubah panjangnya) atau tripod dengan kaki yang tetap panjangnya.


Landasan teodolit


Landasan teodolit ialah dasar alat ukur yang datar yang disekrupkan pada tripod dan menunjang kaki-kaki sekrup penegak.


Tribrach


Tribrach ialah tubuh alat ukur yang menunjang seluruh kepingan yang lain. Tribrach ini memiliki kepingan yang berlekuk, dudukan yang berbentuk menyerupai kerucut pada mana bagian-bagian alat ukur yang lain ditumpangkan di atasnya. Jika alat ukur sedang digunakan maka Tribrach harus benar-benar mendatar.


Pengaturan penegakan


Untuk memungkinkan Tribrach ditegakkan, sekrup-sekrup penegak dipasangkan antara tribrach dengan landasan teodolit. Gerakan sekrup-sekrup kaki akan mengetengahkan gelembung nivo tabung piringan yang terletak pada piringan epilog bulat mendatar. Kepekaan nivo tabung ini sekitar 2mm = 40 detik sudut.


Lingkaran mendatar atau piringan bawah


Lingkaran mendatar ini dipasangkan diatasi suatu gelendong (spindle) yang berlekuk. Gelondong ini dipasangkan pada dudukan yang berlekuk dari tribrach. Gelendong ini bebas berputar dalam tribrach dan alasannya ialah ini bulat sanggup diputar dan tidak boleh dalam sembarang kedudukan. Lingkaran sanggup ditahan pada kedudukan ini dengan memakai sekrup pengunci piringan bawah yang jikalau dikeraskan akan mengunci dudukan tribrach pada gelondong lingkaran. Walaupun sekrup pengunci telah dikeraskan, sedikit gerakan masih mungkin dilakukan dengan sekrup gerakan halus yang disebut sekrup tangential. Lingkaran mendatar berupa suatu piringan logam dengan garis tengah 115 mm, dibagi-bagi dengan teliti dalam bagian-bagian derajat dan dua puluh menit dan dinomori searah dengan arah jarum jam dengan selang lima derajat (Gambar 12.1.0.2)


Piringan epilog pada bulat mendatar atau piringan atas


Piringan epilog terletak pada suatu gelendong sentra yang terpasang dalam dudukan berlekuk dari bulat mendatar. Karena itu bebas berputar terhadap bulat yang juga bebas berputar dalam dudukan vibrach menyerupai telah diterangkan. Lingkaran mendatar secara keseluruhan tertutup oleh piringan epilog yang anti debu, pembacaan bulat dilakukan melalui jendela yang terletak pada penutup. Suatu tanda penunjuk atau vernier yang tetap ditempelkan pada piringan epilog dan bergerak di atas bulat mendatar jikalau piringan epilog diputar (gambar 12.1.0.2)


Suatu sekrup pengunci piringan atas tersedia, gunanya untuk mengunci bulat mendata dan vernier secara bersamaan. Suatu alat untuk gerakan halus memungkinkan vernier bergerak secara terbatas di atas bulat walaupun sekrup pengunci piringan atas dikeraskan.


Sekrup-sekrup pengunci piringan atas dan bawah


Hampir seluruh gerakan teodolit diatur oleh kedua sekrup pengunci ini dan sekrup gerakan halusnya. Karena itu sangat penting untuk betul-betul mengerti cara penggunaannya. Jika kedua pengunci terbuka, piringan atas_6etsas-berputar dan vernier sanggup berputar di atas piringan bawah, yang juga bebas berputar relatif terhadap tribrach. Vernier sanggup digerakkan ke sekeliling piringan atas hingga panah penunjuk terbaca ^o atau pembacaan apapun pada piringan bawah. Jika pengunci piringan atas dikeraskan, hubungan antara vernier dan piringan bawah akan tetap. Karena itu keduanya sanggup diputar bersamaan untuk diarahkan pada arah yang diinginkan. Sebagai alat untuk membidik suatu teropong dipasang4can pada piringan penutup. Karena vernier juga dipasang pada piringan penutup, teropong dan vernier selalu bergerak bersama-sama. Jika pengunci piringan bawah dikeraskan pada kedudukan ini, alat ukur tak sanggup digerakkan.


Jika pengunci piringan atas dilonggarkan, maka vernier akan berjalan di atas piringan bawah yang diam, perbedaan pembacaan-pembacaan pada piringan bawah menyatakan besar sudut.


Pada kenyataannya terdapat dua vernier pada teodolit vernier. Vernier-vernier tersebut terletak pada sisi-sisi yang berlawanan dari garis tengah lingkaran, alasannya ialah itu saat vernier A mengukur suatu sudut, vernier B mengukur sudut yang sama tetapi pembacaan-pembacaan yang didapat berbeda 180° dari pembacaan-pembacaan pada vernier A.


Kerangka ‘A’ atau standar


Terpasang secara pribadi pada piringan epilog ialah kerangka yang menunjang teropong Dalam kedudukan teropong miring ke atas, kerangka memiliki bentuk yang khusus dalam bentuk abjad ‘A’ (Gambar 12.1.0.1)


Sumbu pengalihan atau sumbu trunnion


Sumbu pengalihan bertumpu pada tubuh dudukan dan dikokohkan kedudukannya oleh sekrup pengunci. Teropong dan bulat tegak bertumpu pada sumbu pengalihan. Ketiganya bebas berputar dalam bidang tegak tetapi sanggup dikunci dalam kedudukan apapun dalam bidang tersebut oleh suatu pengunci yang dikenal dengan nama pengunci teropong (Gambar 12.0.1.3). Sekali lagi, sejumlah gerakan tertentu dimungkinkan oleh suatu alat gerakan halus.


Teropong telah dijabarkan secara lengkap dan mengatakan jalan sinar-sinar dalam teropong. Suatu persyaratan umum untuk suatu teropong teodolit vernier adalah



  1. pemfokusan dalam – anti kelembaban dan anti karat

  2. jarak pengutamaan terpendek – 2meter

  3. perbesaran – x24

  4. garis tengah gelas obyek 42mm

  5. sudut lapangan – 1°12″


Lingkaran tegak, dengan garis tengah 100mm,ditumpukan pada teropong dan dibagi-bagi dalam gelang derajat dan dua puluh menit menyerupai terlihat dalam Gambar 12.1.0.4 (a). Seperti halnya bulat mendatar,pembacaan bulat tegak dilakukan melalui jendela-jendela pada piringan epilog lingkaran.


Lingkaran tersebut dibaca terhadap dua buah vernier C dan D. Ke-dluur;ya tetap tidak bergerak saat bulat berputar, hal mana bertolak belakang dengan metode pengukuran suatu sudut mendatar.


Nivo tabung tinggi


Sudut-sudut yang diukur dalam suatu bidang tegak harus diukur nisbi (relatif) terhadap suatu garis yang benar-benar mendatar. Garis tersebut ialah garis yang melalui panah indeks vernier C dan D dan dipertahankan dalam kedudukan mendatar oleh nivo tabung tinggi (Gambar 12.1.0.1). Dapat terlihat dari diagram bahwa nivo tabung dan vernier C dan D dipasangkan pada suatu bingkai T yang dibentuk mendatar dengan mengaktifkan sekrup penjepit terhadap standar. Nivo tabung tinggi lebih peka daripada nivo tabung piringan kepekaannya 2mm = 25 detik.


Gerakan pengunting (centering, motion)


Karena teodolit harus diletakkan sanggup sempurna di atas titik survei, alat ini dilengkapi dengan suatu gerakan pengunting yang umumnya dipasang di atas tribrach yang memungkinkan keseluruhan alat yang terletak di atas tribrach untuk bergerak relatif terhadap tribrach. Karena keseluruhan gerakan hanya 20mm, alat ukur harus ditempatkan dengan sangat teliti di atas titik survei sebelum gerakan pengunting dipakai.


Pengunting optis


Pada beberapa teodolit vernier terdapat suatu alat pengunting optis yang sangat membantu untuk pengunting alat ukur, terutama pada cuaca yang berangin.


Gambar 12.1.0.5 ialah suatu penampang tegak suatu alat pengunting optis. Jika teodolit didirikan dengan baik dan ditegakkan, pengamat sanggup melihat untuk survei di tanah melalui lensa pembaca alat pengunting optis, garis pandangnya dibelokkan tegak lurus ke bawah oleh prisma 45° yang ada pada alat pengunting. Gerakan pengunting memungkinkan teodolit diletakkan secara cepat di atas stasiun survei.


Teodolit ialah alat untuk mengukur sudut Teodolit sebagai alat ukur tanah


Tulisan ini berdasarkan pelajaran kuliah ILMU UKUR TANAH di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Oleh Dosen Ir. Nunung Martina,Msi yang juga mengajar di Universitas Indonesia supaya bermanfaat 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon