Senin, 05 Agustus 2019

Menghitung Tebal Perkerasan Jalan Raya

Tentunya kita tidak abnormal dengan yang namanya jalan raya, hampir setiap hari di lalui oleh kita, kemudian bagaimana agar jalan raya tersebut tidak rusak saat dilalui kendaraan yang beratnya bersatuan ton. untuk menciptakan jalan yang besar lengan berkuasa maka harus dilakukan aktivitas menghitung tebal perkerasan jalan raya sehingga sanggup direncanakan konstruksi yang kokoh, berikut ini citra wacana perhitunganya:


 


Data Jalan Raya


Misalnya kiita akan Merencanakan tebal perkerasan jalan raya 2 jalur dengan data lapangan sebagai berikut:



  • Umur planning jalan, Ur = 10 tahun

  • Jalan akan dibuka pada tahun 2014

  • Pembatasan beban as= 8 ton


Setelah dilakukan pengamatan diperoleh volume kemudian lintas sebagai berikut:



  • Mobil penumpang, pick up, kendaraan beroda empat hantarn dan sejenisnya sebanyak 1219 perhari

  • Bus yang melintas di jalan raya sebanyak 353 per hari

  • Truck 2 as : 481 / hari

  • Truck 3 as : 45 / hari

  • Truck 4 as : 10 / hari

  • Truck 5 as : 4 / hari


LHR th.2010 :  2112 bh kendaraan perhari untuk 2 jurusan



  • Waktu pelaksanaan, n= 4 tahun

  • Perkembangan kemudian lintas jalan raya, i= 8 % per tahun

  • Faktor regional, FR = 1.00


Bahan perkerasan jalan raya yang akan digunakan sebagai berikut:



  • Aspal beton atau penetrasi makadam ( surface course )

  • Water bound macadam ( base course )

  • Pondasi bawah kelas C ( Subbase course )

  • CBR = 3


 


Perhitungan konstruksi jalan asphalt


Selanjutnya menghitung tebal perkerasan jalan raya dari data-data diatas



  1. Bus  = 353

  2. Truck 2 as  = 481

  3. Truck 3 as  = 45

  4. Truck 4 as  = 10

  5. Truck 5 as  = 4



  • Jumlah kendaraan berat ( bus dan truck ) KB = 893 bh

  • BB = (353/893)x100%=39.5%

  • B2T =(481/893)x100%=53.86%

  • B3T = (45/893)x100%=5.05%

  • B4T = (10/893)x100%=1.14%

  • B5T = (4/893)x100%=0.45%



  • Mobil penumpang = 1219 bh

  • Jumlah LHR = 2112 bh

  • AKB =( 893/2112)x100%=42%

  • AKR =( 1219/2112)x100%=58%


Waktu pelaksanaan pekerjaan jalan raya , n=4 tahun


Pertumbuhan kemudian lintas i = 8% pertahun


LHRop = 2112( 1+0.08)^4 = 2873


Jumlah jalur = 2 Ckiri= 50% , Ckanan= 50%


Umur planning = 10 tahun pertumbuhan kemudian lintas jalan raya = 8%/tahun


FP = 1.44 ( tabel FP )


i.p = 2.5 ( tabel I.P )


LERur = 639.71


I.P = 2.5 dari grafik diperoleh ITP = 10.25


CBR = 3 DDT = 3.8


ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3 + a4.D4


Dsini mencari Nilai ITP yang lebih dari 10.25


Lapisan permukaan=a1=0.40 & D1=10, a1xD1=4.00


Lapisan pondasi =a2=0.14 &D2=20, a2xD2=2.80


Lapisan pondasi bawah =a3=0.11 &D3=32, a3xD3=3.52


Lapisan perbaikan tanah dasar =a4=0 &D4=0, a4xD4=0


Jumlah ITP hasil perhitungan = 10.32 (jadi  jalan raya kondusif )


Berikutnya menggambar hasil perhitungan tebal perkerasan jalan raya sebagai berikut


 


Tentunya kita tidak abnormal dengan yang namanya jalan raya Menghitung tebal perkerasan jalan raya


 



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon