Minggu, 04 Agustus 2019

Manajemen Kemudian Lintas

Manajemen kemudian lintas yaitu upaya-upaya pemanfaatan semaksimal mungkin sistem jaringan jalan yang ada dan dapat menampung kemudian lintas sebanyak mungkin atau menampung pergerakan orang sebanyak mungkin dan memperhatikan keterbatasan lingkungan ( Kapasitas Lingkungan ), menunjukkan prioritas untuk kelompok pengguna jalan tertentu dan pembiasaan kebutuhan kelompok pemakai jalan lainnya serta  menjaga kecelakaan kemudian lintas sekecil mungkin.


upaya pemanfaatan semaksimal mungkin sistem jaringan jalan yang ada dan dapat menampung lal Manajemen kemudian lintas


Melakukan pengendalian jangka pendek, gerakan gerkan insan dan barang secara selamat ( safaty ) dan efisien, serta selaras dengan lingkungan sosial ( kearifan lokal ) melalui koordinasi di dalam perencanaan implementasi banyak sekali elemen manejemen kemudian lintas sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan satu dengan lainnya, bahka apabila memungkinkan elemen-elemen tersebut saling memperkuat.


 


Tujuan pengendalian kemudian lintas adalah:


– Efisiensi sistem transportasi


– Aksesbilitas


– Keselamatan Lalu Lintas


– Lingkungan


 


Kelompok  kelompok Konflik dalam kemudian lintas  terdiri dari:


– Lalu lintas menerus

– Lalu lintas lokal

– Sirkulasi kemudian lintas

– Angkutan umum

– Kendara emergency

– Sepada motor dan sepada

– Pejalan kaki ( banyak sekali kelompok )

– Kendaraan parkir ( jenis dan usang Parkir )

– Kebutuhan aksesibilitas ( menurut jenis bangunan )


 


Instrumen Manajemen Lalu Lintas :


– Tindakan peningkatan kapasitas

– Tindakan prioritas

– Tindakan keselamatan

– Tindakan perlindungan lingkungan

– tindakan pembatasan kemudian Lintas ( demand management )


 


Dampak dari Penerapan Manajemen Lalu Lintas :


– Jumlah total arus kemudian lintas ( menyerupai : berkurang akhir demand management )

– Lokasi dan waktu beroperasinya administrasi kemudian lintas ( perubahan contoh perjalanan )

– Menghilangkan kemudian lintas adonan yang di inginkan ( melarang truk pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari )

– Kecepatan kendaraan meningkat ( eningkat akhir pengendalian yg lebih baik )

– Tetapi Kondisi lingkungan keselamatan kemudian lintas harus di jaga supaya tidak memburuk.


 


PENYEBAB KEMACETAN DI KAWASAN PERKOTAAN :


– Urbanisasi.

– Meningkatnya penghasilan masyarakat sehingga daya beli kendaraan bermotor meningkat.

– Kelompok kaya terkonsentasi di kota kota besar saja.

– Ruang jalan yang rendah dengan sistem jaringan yang tidak tepat.

– Tercampurnya banyak sekali jenis pengguna jalan pada suatu ruas jalan.

– Komposisi kendaraan yang beragam.

– Perencanaan yang tidak baik termasuk upaya-upaya pengembangan sistem angkutan umum.


 


BAGAIMANA JIKA MENGATASI KEMACETAN LALULINTAS DENGAN MENAMBAH JALAN?


– Sangat mahal.

– Jalan gres akan membangkitkan tambah kendaraan bermotor.

– Semakin bertambahnya jalan akan menimbulkan berkurangnya moda-moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.

– Akibat : Pengembangan Manajemen Lalu Lintas termasuk upaya-upaya street management dan demand management merupakan upya-upaya terbaik.


 


RANCANGAN DASAR MANAJEMEN LALULINTAS :


– Dasar Manajemen Lalu Lintas : Rambu dan Marka terpasang dengan baik

– Tetapkan dan perlindungan hirarki jalan pada daerah Manajemen Lalu Lintas yang di kembangkan.

– Lakukan administrasi ruang jalan ( street management ) sebagai langkah awal administrasi kemudian lintas. Pisahkan arus kemudian lintas menerus dan lokal.

– Lakukan prioritas terhadap angkutan umum.

– Kaitkan Manajemen Lalu Lintas dengan UTC ( Urban Traffic Control )

– Perkenalkan pembatasan kemudian lintas ( demand administrasi )

– Ingat : Pejalan kaki juga merupakan bab dari administrasi kemudian lintas. Sebelum menunjukkan tempat untuk pergerakan menunjukkan tempat untuk pergerakan kendaraam bermotor akomodasi pejalan kaki harus diberikan terlebih dahulu.


 


DASAR TEKNIK MANAJEMEN LALU LINTAS :


– Rambu kemudian lintas ( menunjukkan aturan-aturan dan mengarahkan tujuan perjalanan ( directional sign )

– Marka jalan dan pembatasan fisik ( untuk kanalisasi dan penetapan lajur-lajur pergerakan kemudian lintas.

– Konsisten didalam rancangan geometrik

– Rasionalisasi simpang ( untuk mengurangi jumlah konflik kemudian lintas )

– Pengendalian parkir ( khususnya on-street parking ). Pembatasan secara fisik dan dengan tarif yang tinggi merupakan bab dari kekang kemudian lintas ( traffic restraint )

– Penetapan batas maksimum kecepatan kendaraan.



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon