Rabu, 10 Juli 2019

Tes Batas Cair Liquid Limit Tanah

Tes batas cair tanah ( liquid limit )  ini dimaksudkan untuk memilih kadar air suatu tanah pada keadaan batas cair.


Batas cair ialah kadar air batas dimana suatu tanah berobah dari keaadan cair menjadi keadaan plastis.


Peralatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tes batas cair ( liquid limit ) tanah adalah: 🙂


a. Alat batas cair standard.


b. Alat pembuat alur ( grooving tool ).


c. Sendok dempul ( Spatula ).


d. Pelat beling 45 x 45 x 0,9 cm.


e. Neraca denganketelitian 0,01 gram.


f. Cawan kadar air minimal 4 buah.


g. Spatula dengan panjang 12,5 cm.


h. Botol daerah air suling.


i.Air suling.


j.Oven yang dilengkapi dengan pengukur suhu untuk memanasi sampai

( 110 ± 5 )º C.


Benda uji yang yang perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan tes batas cair tanah adalah: 🙂

Benda uji berupa tanah sanggup dipersiapkan dengan carasebagai  ibarat berikut:


a. Jenis – jenis tanah yang tidak mengandung kerikil dan hamper semua butirannya lebih halus dari saringan 0,42 mm . Dalam hal ini benda uji tidak perlu dikeringkan dan tidak perlu disaring dengan saringan 0,42 mm .


b.Jenis – jenis tanah yang mengandung batu, atau mengandung banyak butiran yang lebih bergairah dari saringan 0,42 mm. Keringkan cotoh diudara hingga bias disaring. Ambil benda uji yang lewat saringan ,42 mm.


Cara melaksanakan Tes batas cair ( liquid limit ) yakni :

a. Letakkan 100 gram benda uji yang sudah dipersiapkan didalm pelat beling pengaduk.


b.Dengan memakai spatula, aduklah benda uji tersebut dengan menambah air suling sedikit demi sedikit, hingga homogen.


c. Setelah pola menjadi adonan yang merata, ambil sebagian benda uji ini dan diletakkan diatas mangkok alat batas cair, ratakan permukaan sedemikian sehingga sejajar dengan dasar alat, cuilan yang paling tebal harus ± 1 cm.


d. Buatlah alur dengan jalanmembagi dua benda uji dalam mangkok itu, dengan memakai alat pembuat alur ( grooving tool ) melalui garis tengah pemegang mangkok dan simetris. Pada waktu menciptakan alur ( grooving tool ) tegak lurus permukaan mangkok.


e. Putarlah alat edemikian, sehingga mangkok naik / jatuh dengan kecepatan 2 putaran per detik. Pemutaran ini dilakukan terus hingga dasar alur benda uji bersinggungan sepanjang kira – kira 1,25 cm dan catat jumlah pukulannya pada waktu bersinggungan.


f.  Ulang ( c ) hingga dengan ( e ) beberapa kali hingga diperoleh jumlah pukulan yang sama, hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan apakah pengadukan pola sudah betul – betul merata kadar airnya. Jika ternyata pada 3 kali percobaan telah diperoleh jumlah pukulan ± sama, maka ambillah benda uji eksklusif dari mangkok pada alur, kemudian masukkan kedalam cawan yang telah dipersiapkan. Maka periksalah kadar airnya.


g. Kembalikan benda uji keatas beling pengaduk, dan mangkok alat batas cair bersihkan. Benda uji diaduk kembali dengan merobah kadar airnya. Kemudian ulangi langkah ( b ) hingga ( f ) minimal 3 kali berturut – turut dengan variasi kadar air yang berbeda, sehingga akan diperoleh perbedaan jumlah pukulan sebesar 8 – 10.


Perhitungan batas cair ( liquid limit ) tanah 🙂


Hasil hasil yang diperoleh berupa jumlah pukulan dan kadar air yang bersangkutan kemudian digambarkan dalam bentuk grafik. Jumlah pukulan sebagai sumbu mendatar dengan skala logaritma, sedang besarnya kadar air sebagai sumbu tegak dengan skala biasa.

Buatlah garis lurus melalui titik titik itu. Jika ternyata titik – titik yang diperoleh tidak terletak pada suatu garis lurus, maka buatlah garis lurus melalui titik berat titik –titik tersebut. Tentukan besarnya kadar air pada jumlah pukulan 25 dan kadar air inilah yang merupakan batas cair ( liquid limit ) dari benda uji tersebut.


Hal – hal yang sebaiknya diperhatikan dalam melaksanakan tes batas cair ( liquid limit ) tanah :  🙂

a.Alat – alat yang digunakan harus diperiksa dulu sebelum digunakan dan harus dalam keadaan higienis dan kering.



  • Periksa tinggi jatuh mangkok alat batas cair apakah sudah sempurna 1,0 cm mangkok ini harus bersih, kering dan tidak goyang.



  • Alat pembuat alur harus higienis , kering dan tidak aus.



  • Cawan kadar air yang akan digunakan diberi tanda kemudian ditimbang untuk memilih beratnya.


b. Beberapa jenis lempung akan mengalami kesulitan untuk diaduk dan kadang – kadang kalau terlalu banyak atau usang pengadukkannya akan berobah sifat. Agar pengadukkan sanggup dilakukan dengan lebih gampang dan lebih cepat,maka adukan disimpan dulu dan disimpan dulu dan ditutup rapat dengan kain berair atau pola yang telah disiapkan direndam dulu selama 24 jam.


c. Beberapa jenis lempung mengatakan bahwa pada waktu pemukulan ternyata bersinggungan alur disebabkan lantaran kedua cuilan massa tanah diatas mangkok bergeser terhadap permukaan mangkok, sehingga jumlah pukulan yang didapat lebih kecil. Jumlah pukulan yang betul adalh kalau proses berimpitnya dasar alur disebabkan massa tanah seolah – olah mengalir dan bukan lantaran bergeser. Karena terjadi pergeseran, maka percobaan harus diulangi beberapa kali dengan kadar air berbeda, dan kalau masih terjadi pergeseran ini maka harga batas cair ini tidak sanggup diperoleh.


d. Srlama berlangsungnya percobaan pada kadar air tertentu, benda uji dihentikan dibiarkan mengering atau terjadi perubahan kadar air.


e. Untuk memperoleh hasil yang teliti, maka jumlah pukulan diambil antara 40 – 30, 30 – 20, 20 – 10, sehingga akan diperoleh 3 titik.


f. Alat pembuat alur Casagrande dipergunakan untuk tanah kohesive. Alat pembuat alur ASTM untuk tanah yang kepasiran.



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon