Rabu, 03 Juli 2019

Sifat Fisik Dan Mekanik Kayu Materi Bangunan

sifat-sifat Fisik Kayu, yaitu :


Berat Jenis kayu


Kayu mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, antara 0,2 (kayu balsa) hingga 1,28 (kayu nani). Berat jenis merupkan petunjuk untuk memilih sifat-sifat kayu. Makin berat kayu itu, kekuatan kayu makin besar. Makin ringan kayu itu, kekuatannya juga makin kecil. Berat jenis tergantung oleh tebal dinding sel, kecilnya rongga sel yang membentuk pori-pori.


Keawetan alami kayu.


Keawetan alami kayu berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Keawetan kayu disebabkan oleh adanya suatu zat di dalam kayu (zat ekstraktif) yang merupakan sebagian unsur racun bagi perusak kayu.


Warna kayu.




Warna suatu jenis kayu dipengaruhi oleh : kawasan di dalam batang, umur pohon dan kelembaban udara.


Higroskopik


Higroskopik yakni sifat sanggup menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. Makin lembab udara sekitar, kayu juga semakin lembab. Masuknya air ke dalam kayu mengakibatkan berat kayu bertambah. Sifat ini bekerjasama dengan sifat mengembang dan menyusut kayu.


Tekstur kayu


Tekstur kayu yakni ukuran relatif dari sel-sel kayu. Menurut teksturnya, kayu dibedakan menjadi :


*Kayu bertekstur halus, misalnya kayu giam, lara, kulim, dll.


*Kayu bertekstur sedang, misalnya kayu jati, sonokeling, dll.


*Kayu bertekstur kasar, misalnya kayu kempas, meranti, dll.


Berat kayu.


Berat suatu jenis kayu tergantung dari jumlah zat kayu yang tersusun, rongga-rongga sel atau jumlah pori-pori, kadar air dan zat ekstraktif. Berat suatu kayu tergantung dari berat jenisnya.






























Kelas berat KayuBerat JenisContoh
sangat berat> 0,90kayu giam, balau
Berat0,75 – 0,90Kulim
Agak berat0,60 – 0,75Bintangur
Ringan< 0,60balsa, pinu

Kekerasan Kayu.


Kekerasan kayu bekerjasama dengan berat dan berat jenis kayu. Contoh kayu yang sangat keras : balau, giam, kayu besi, dll. Kayu keras, yakni kulim, pilang, dll. Kayu sedang, yakni : mahoni, meranti, dll. Kayu lunak, yakni : pinus, balsa, dll.


Kepadatan/kerapatan kayu,


kepadatan kayu yakni perbandingan antara berat kering panggangan dengan isi  (volume) dari sepotong kayu. Kepadatan kayu menghipnotis kekuatan kayu. Kepadatan kayu tergantung dari banyaknya dinding sel pada tiap satuan isi. Makin banyak selnya, dinding selnya banyak sehingga kepadatannya tinggi maka  kekuatannya juga tinggi. Contoh : kayu gubal susunan selnya masih renggang sehingga kekuatannya lebih rendah dibandingkan kayu teras.


Sifat mengembang dan menyusut


Kayu akan mengembang jika kadar airnya naik dan menyusut jika kadar airnya berkurang. Besarnya pengembangan dan penyusutan tidak sama pada semua arah. Rata-rata besarnya pengembangan dan penyusutan pada arah tangensial : 4-14%, arah radial : 2 – 8 %, arah axial : 0,1 – 0,2 %.


Sifat mekanik kayu mencakup :



  1. Kuat tarik, yakni kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu itu. Kuat tarik kayu sejajar serat lebih besar dibandingkan berpengaruh tarik tegak lurus serat.

  2. Kuat tekan, yakni kemampuan kayu dalam menahan beban tekan. Kuat tekan sejajar serat biasanya lebih besar dari berpengaruh tekan tegak lurus serat.

  3. Kuat geser, yakni kemampuan kayu dalam menahan beban geser. Kuat geser sejajar serat biasanya lebih kecil dari berpengaruh geser tegak lurus serat.

  4. Kuat Lentur, yakni kemampuan kayu dalam menahan beban lentur.

  5. Kuat belah, yakni kemampuan kayu dalam menahan beban yang berusaha membelah kayu.



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon