Sabtu, 27 Juli 2019

Rencana Anggaran Biaya Bangunan

Rencana anggaran biaya bangunan atau sering disingkat RAB ialah perhitungan biaya bangunan menurut gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan di bangun, sehingga dengan adanya RAB sanggup dijadikan sebagai pola pelaksanaan pekerjaan nantinya.


Untuk menghitung RAB dibutuhkan data – data antara lain:



  • Gambar Rencana Bangunan.

  • Spesifikasi Teknis Pekerjaan yang biasa disebut juga sebagai RKS ( Rencana Kerja dan syarat – syarat )

  • Volume masing – masing pekerjaan yang akan di laksanakan.

  • Daftar harga materi bangunan dan upah pekerja ketika pekerjaan di laksanakan.

  • Analisa BOW atau harga satuan pekerjaan.

  • Metode kerja pelaksanaan.


o.k, selanjutnya kita akan mencoba menghitung suatu rencana anggaran biaya pekerjaan bangunan.


Cara menghitung rencana anggaran biaya bangunan ialah sebagai berikut:


misalkan sebuah pekerjaan plesteran  1 pc : 4 ps tanpa acian pada pasangan bata 2 muka dengan gambar kerja sebagai berikut:


 ialah perhitungan biaya bangunan menurut gambar bangunan dan spesifikasi pekerjaan k Rencana Anggaran Biaya Bangunan


langkah pertama ialah menghitung volume pekerjaan plesteran.


v plesteran= 2 m x 3 m x ( 2 muka ) = 12 m2


berikutnya kita mencari tabel analisa BOW atau analisa harga satuan pekerjaan:


Analisa  untuk 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps adalah



  • 0.2170 zak semen

  • 0.02830 m3 pasir pasang

  • 0.0125 mandor

  • 0.0200 kepala tukang

  • 0.2000 tukang batu

  • 0.2500 pekerja


selanjutnya  kita mencari harga materi dan upah untuk analisa pekerjaan diatas, misalnya sebagai berikut ( harga disini hanya asumsi untuk lebih tepatnya sanggup di survey di toko ):



  • semen = Rp. 59.000 / zak

  • pasir pasang = Rp. 150.000,00 / m3

  • mandor = Rp. 50.000,00 / hari

  • kepala tukang = Rp. 45.000,00 / hari

  • tukang kerikil = Rp. 40.000,00 / hari

  • pekerja = Rp. 35.000,00 / hari


langkah berikutnya ialah mengalikan antara analisa harga satuan dan harga bahan/ upah sebagai berikut



  • semen =0.2170 x Rp. 59.000= Rp. 12.803,00

  • pasir pasang =0.02830 x Rp. 150.000,00= Rp. 4.245,00

  • mandor =0.0125 x Rp. 50.000,00= Rp 625,00

  • kepala tukang = 0.0200 x Rp. 45.000,00= Rp. 900,00

  • tukang kerikil = 0.2000 x Rp. 40.000,00= Rp. 8.000,00

  • pekerja =0.2500 x Rp. 35.000,00= Rp. 8.750,00

  • jadi jumlah harga total 1m2 plesteran ialah Rp.35.323,00


setelah diketahui harga per 1 m2 plesteran ialah Rp.35.323,00 maka langkah terakhir ialah mengalikanya dengan total volume plesteran yang sudah dihitung sebelumnya yaitu 12 m2


Jadi total harga plesteran ialah 12 x 35.323 = Rp.423.876,00 biasanya terus dibulatkan Rp.423.000,00


terbilang ( empat ratus dua puluh tiga ribu rupiah).


begitulah kurang lebih caranya.


dan untuk menghitung 1 rumah berarti kita menghitung satu persatu item pekerjaan menyerupai diatas, demikian bila ada pelengkap atau koreksi sanggup di masukan di bawah ya…



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon