Minggu, 21 Juli 2019

Owner Atau Pemilik Proyek Konstruksi

Pemilik proyek atau owner yaitu seseorang atau instansi yang mempunyai proyek atau pekerjaan dan memberikanya kepada pihak lain yang bisa melaksanakanya sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.Pemilik proyek atau owner yaitu seseorang atau instansi yang mempunyai proyek atau pekerja Owner atau pemilik proyek konstruksi untuk merealisasikan proyek, owner mempunyai kewajiban pokok yaitu menyediakan dana untuk membiayai proyek.Pemilik proyek atau owner yaitu seseorang atau instansi yang mempunyai proyek atau pekerja Owner atau pemilik proyek konstruksi berikut klarifikasi mengenai kiprah dan wewenang owner dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan.


 


Tugas pemilik proyek atau owner



  • menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek.

  • Mengadakan kegiatan manajemen proyek.

  • Memberikan kiprah kepada kontraktor atau melakukan pekerjaan proyek.

  • Meminta pertanggung tanggapan kepada konsultan pengawas atau manajemen konstruksi ( MK )

  • Menerima proyek yang sudah akibat dikerjakan oleh kontraktor.


Wewenang yang dimiliki pemilik proyek atau owner



  • Membuat surat perintah kerja ( SPK )

  • Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah direncanakan.

  • Meminta pertanggungjawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil pekerjaan konstruksi.

  • Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak sanggup melakukan pekerjaanya sesuai dengan isi surat perjanjian kontrak. contohnya pelaksanan pembangunann dengan bentuk dan material yang tidak sesuai dengan RKS.


 


Dalam melakukan pembangunan seorang pemilik proyek sanggup meminta konsultan pengawas atau manajemen konstruksi untuk mengatur supaya proyek sanggup berjalan dengan baik, sehingga owner tidak perlu repot memantau setiap ketika dan secara detail perihal bangunan yang dibangun. namun owner sanggup menciptakan aktivitas rapat mingguan atau bulanan untuk membahas proyek supaya sesuai dengan harapan dan keinginan yang diperlukan pemilik proyek. contohnya suatu kali owner menginginkan adanya perubahan desain dalam hal tambah kurang pekerjaan menyerupai penambahan ruangan atau pengurangan bentuk bangunan pada bab tertentu namun tetap berpedoman pada kontrak kerja konstruksi yang dibentuk bersama kontraktor sebelum memulai kegiatan pelaksanaan pembangunan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.


 


Dalam menentukan kontrakor mana yang akan diajak bekerja sama dalam membangun sebaiknya menyesuaikan kualitas dan grade kontraktor supaya sanggup mewujudkan berdiri berkualitas maksimal, harga murah dan dalam waktu yang cepat. proses tendher atau lelang proyek sanggup dilakukan untuk sanggup menentukan kontraktor terbaik yang akan dipilih untuk menuntaskan pembangunan 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon