Sabtu, 13 Juli 2019

Lomba Kontes Bangunan Gedung Indonesia

Lomba kontes bangunan gedung indonesia ( KBGI ) ke 2


Rumah kayu bertingkat yang inovatif dan menurut kearifan lokal lomba kontes bangunan gedung indonesia


tema lomba :


Rumah kayu bertingkat yang inovatif dan menurut kearifan lokal


latar belakang lomba:


Wilayah Indonesia merupakan daerah yang mempunyai tingkat risiko kegempaan yang tinggi di antara beberapa daerah gempa di seluruh dunia. Data terakhir yang berhasil dicatat menawarkan bahwa rata-rata setiap tahun terjadi sepuluh gempa bumi di Indonesia yang menjadikan kerugian yang cukup besar. Sebagian gempa terjadi pada daerah lepas pantai dan sebagian lagi pada daerah daratan. Kerugian akhir gempa antara lain bisa berupa kerusakan/hancurnya infrastruktur bangunan maupun jatuhnya korban manusia.


Dengan menerapkan prinsip-prinsip keteknikan yang benar, detail konstruksi yang baik dan simpel maka kerugian harta benda dan jiwa insan diperlukan akan sanggup dikurangi ketika gempa terjadi. Beban gempa yang terjadi pada suatu bangunan juga tergantung pada keadaan (features) dari bangunan tersebut, yakni fleksibilitasnya, berat konstruksinya dan kualitas material konstruksi yang digunakannya. Bangunan yang fIeksibel akan mendapatkan beban gempa yang lebih kecil dibandingkan bangunan yang lebih kaku. Bangunan yang lebih ringan akan mendapatkan beban gempa yang lebih kecil daripada bangunan yang berat; dan bangunan yang kenyal (daktail) akan menyerap beban (energi) gempa yang lebih kecil dari pada bangunan yang getas. Bangunan getas di bawah beban gempa kemungkinan akan tetap lentur atau sebaliknya akan runtuh secara mendadak. Bangunan dari kayu sanggup digolongkan sebagai bangunan yang kenyal.


Pada tahun 2009 telah diselenggarakan ajang Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke-1 (KBGI Ke-1). Kegiatan KBGI Ke-1 ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M – Ditjen Dikti) berhubungan dengan Politeknik Negeri Jakarta. Kegiatan ini telah diselenggarakan dengan mengikutsertakan 9 (sembilan) tim terseleksi dan mengambil tempat di Politeknik Negeri Jakarta.


Pada tahun 2010 ini akan diselenggarakan kembali acara serupa, yaitu KBGI Ke-2 di Politeknik Negeri Jakarta, Depok, Indonesia pada tanggal 5 s/d. 7 Nopember 2010. Penilaian lomba didasarkan atas hasil penilaian terhadap Proposal Teknis dan Pelaksanaan Konstruksi serta Pengujian Model Bangunan di site plan (lokasi kontes). Kontes ini terbuka bagi akseptor dari seluruh perguruan tinggi tinggi di Indonesia, baik yang berasal dari disiplin ilmu teknik sipil maupun disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan pembuatan bangunan.


Pada ajang KBGI Ke-2 ini, penilaian konstruksi bangunan ditinjau dari material konstruksi yang digunakan, yaitu yang bersifat ramah lingkungan namun secara teknis material konstruksi tersebut bisa menahan beban gempa dan faktor efek alam lainnya.


Tujuan Lomba:









Tujuan Umum Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke – 2 ini adalah:

Mendorong dan menumbuh-kembangkan kreativitas dan penemuan mahasiswa dalam bidang bangunan gedung.


Sedangkan Tujuan Khusus KBGI Ke-2 ini adalah:



  1. Menumbuhkan daya tarik mahasiswa untuk lebih mendalami perancangan dan pelaksanaan konstruksi bangunan gedung.

  2. Mengamati, memahami dan bisa mengaplikasikan proses rancangan dan rekayasa (dalam wujud model) sebagai bentuk aplikasi dari ilmu dasar dan teknologi dalam rangka menghasilkan suatu perangkat dan sistem yang sangat dibutuhkan masyarakat.

  3. Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam bidang pengembangan bidang teknologi bangunan gedung.

  4. Membudayakan iklim kontes (pertandingan) yang sportif di lingkungan perguruan tinggi tinggi.

  5. Mempelajari rekayasa bangunan gedung melalui tindakan realistik, pengalaman menganalisis problem secara eksklusif (hands on experience).

  6. Membuat model bangunan gedung yang diuji dari segi kekuatan, keekonomisan (kehematan) bahan, estetika dan kemudahan pengerjaannya.



kata pengantar :


Puji dan syukur patut kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian sehingga Kontes Bangunan Gedung Indonesia Kedua (KBGI Ke-2) akan bisa terealisasi pada tahun 2010 ini.


Bangunan Gedung Indonesia dengan ciri khas bangsa dan daerah mempunyai aneka ragam budaya alasannya keadaan geografis yang dikarunia oleh Sang Khalik berupa kepulauan dengan kondisi daerah yang beraneka ragam budbahasa dan istiadat.


Untuk itu perlu terus dikembangkan suatu disain bangunan gedung yang dirancang oleh putra-putri bangsa Indonesia yang sesuai dengan kondisi alam Indonesia, salah satunya yaitu melalui Kontes Bangunan Gedung Indonesia ini. Diharapkan Kontes Bangunan Gedung Indonesia ini akan menjadi pemicu perkembangan teknologi bangunan dan juga diperlukan akan muncul tenaga terampil dalam disain/perencanaan bangunan yang sanggup bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Agar didapatkan kualitas yang baik, maka tim penilai terdiri dari para pakar di bidang bangunan baik dari institusi pendidikan, pemerintah maupun swasta.


Kegiatan ini tidak akan terealisasi tanpa proteksi sepenuhnya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Kementerian Pendidikan Nasional serta kerja keras Panitia Pelaksana dan tentunya para peserta. Untuk itu kami ucapkan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya.


Selamat Bertanding.


Rumah kayu bertingkat yang inovatif dan menurut kearifan lokal lomba kontes bangunan gedung indonesia


Politeknik Negeri Jakarta

Direktur,


Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi M Soedarsono, DEA

NIP. 19560917 198603 1 003


Pelaksanaan Kontes :









Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke-2 merupakan satu acara yang mencerminkan suatu pembangunan gedung dalam skala yang lebih kecil. Kontes ini terdiri dari tahap Perencanaan, Perancangan dan Pengkonstruksian di arena kontes (site plan).


Ketentuan Kontes yaitu sebagai berikut:



  1. Setiap tim dari perguruan tinggi tinggi terdiri dari 3 (tiga) mahasiswa dan 1 (satu) orang dosen pembimbing.

  2. Setiap perguruan tinggi tinggi sanggup mengusulkan lebih dari satu tim untuk setiap rancangan bangunan gedung.

  3. Masa perancangan ditetapkan selama 1 bulan (lihat jadwal) dan dilaksanakan di tempat perguruan tinggi tinggi masing-masing.

  4. Peserta yang lolos/terpilih pada tahap Perancangan, diminta untuk menciptakan model bangunan gedung, yang merupakan miniatur dari bangunan bekerjsama (riil).

  5. Peserta akan diundang oleh Panitia untuk mempresentasikan Proposal hasil rancangannya dan mengkonstruksi model bangunan gedung di lokasi kontes, yaitu di kampus Politeknik Negeri Jakarta.

  6. Penilaian Kontes didasarkan atas prinsip-prinsip: Keindahan/Estetika, K3 & L, Kesesuaian Implementasi terhadap Rancangan, Kinerja Struktural, dan Metode Konstruksi.

  7. Setiap perguruan tinggi tinggi diijinkan mengirimkan lebih dari 1 (satu) tim untuk mengikuti seleksi Proposal KBGI Ke-2 ini.



Waktu pelaksanaan :









Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke-2 akan dilaksanakan pada tanggal 5 s/d. 7 Nopember 2010 bertempat di Kampus Politeknik Negeri Jakarta, Depok. Bagi akseptor terseleksi akan disiapkan fasilitas di Wisma Jadi Universitas Indonesia, Depok atau lokasi lain yang ditetapkan oleh Panitia.

Syarat akseptor :


Persyaratan akseptor Kontes yaitu sebagai berikut:



  1. Tim akseptor yaitu mahasiswa dari PTN dan Swasta di seluruh Indonesia yang secara resmi menjadi utusan perguruan tinggi tinggi pengirim.

    Tim akseptor mengirimkan ajuan teknis dengan surat pengantar dari Purek/Warek/ Puket/Pudir Bidang Kemahasiswaan dan diterima paling lambat tanggal 31 Juni 2010 cap pos, lengkap dengan metode/code, standard perencanaan dan gambar perencanaan bangunan gedung. Dialamatkan kepada : Direktur DP2M Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Nasional

    Gedung DIKTI Lt IV

    Jl. Jendral Sudirman Pintu I, Senayan,

    Jakarta Pusat, Indonesia

    Telp. (62-21) 70322640, Fax. (62-21) 57951424

    website :dp2m-dikti.net / dp2m.dikti.go.id

    e-mail :pkm.dp2m@dikti.go.id

  2. Peserta yang diundang untuk mengikuti kontes tahap kedua (final) yaitu tim yang lolos seleksi tahap pertama (Perancangan).


Ketentuan kontes :



  1. Untuk setiap akseptor akan disiapkan area (site plan) seluas 4m x 4m, dilengkapi dengan batas site plan.

  2. Seluruh komponen bangunan gedung akan ditimbang untuk mengetahui total beratnya, dan sesudahnya akan diberi label yang menjadi tanda sebagai komponen yang boleh dipakai sebagai elemen bangunan gedung yang akan dirakit.

  3. Pada ketika perakitan (construction), akseptor boleh memakai peralatan bantu perakitan, namun yang tidak membahayakan supaya anggota tim terhindar dari bahaya/kecelakaan.

  4. Maksimun waktu pengkonstruksian dalam kontes yaitu 2 (dua) jam, dan dengan memperhatikan unsur-unsur K3&L.

  5. Peraturan selengkapnya sanggup dilihat pada buku Peraturan Kontes (Lampiran 2).


Kriteria seleksi :









Kriteria seleksi KBGI Ke-2, meliputi 2 (dua) tahap, yaitu Perancangan dan Pengkonstruksian serta Pengujian fisik bangunan gedung.


Seleksi Tahap Perancangan dilakukan dengan dasar kriteria sebagai berikut:



  1. Ketelitian dan Dasar-dasar Perencanaan, Standar/Code/Peraturan yang diikuti.

  2. Rancangan konstruksi bangunan gedung bekerjsama (riil) dan rancangan model bangunan gedung (miniatur).

  3. Metode Konstruksi.

  4. Rencana Anggaran Biaya

  5. Jadwal Kerja Perakitan, Daftar Bahan dan Peralatan Kerja.


Calon akseptor yang lolos Tahap Perancangan dan telah menciptakan model bangunan gedung akan diundang untuk mengikuti Kontes Tahap Kedua (Pengkonstruksian serta Pengujian fisik bangunan gedung) dengan Kriteria Penilaian sebagai berikut:



  1. Memenuhi standard berat dan dimensi sesuai ketentuan Kontes.

  2. Memenuhi ketentuan K3 dan Lingkungan.

  3. Waktu yang dibutuhkan untuk perakitan/pengkonstruksian.

  4. Metode pelaksanaan yang logis (ada korelasi/kemiripan dengan metoda pelaksanaan riil).

  5. Simpangan horizontal akhir beban uji horisontal.

  6. Keindahan bangunan gedung.



Proses seleksi dan ketentuan pemenang :


Proses seleksi calon akseptor KBGI Ke-2 dilakukan melalui 2 tahap sebagai berikut:


Tahap Pertama yaitu penilaian secara blind review atau desk evaluation dari Proposal Teknis yang diterima Panitia hingga batas waktu yang ditentukan. Panitia akan mengumumkan hasil seleksi tahap pertama ini kepada para peserta, bagi akseptor yang lolos diperlukan sanggup mengikuti tahap selanjutnya. Seleksi tahap pertama ini akan memutuskan 9 tim terpilih dari 12 perguruan tinggi tinggi yang berbeda. Pengumuman hasil seleksi tahap pertama akan dilaksanakan melalui surat dan telepon/faximile/internet. Bagi akseptor yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama ini diwajibkan mendaftar ulang ke Panitia untuk mengikuti kompetisi tahap kedua. Apabila hingga batas waktu registrasi ulang berakhir, calon akseptor tidak memberikan pemberitahuan (konfirmasi), maka calon akseptor dinyatakan mengundurkan diri oleh Panitia.


Penilaian Tahap Kedua diawali dengan presentasi di depan Tim Juri untuk mengevaluasi dan menilai konsep perancangan dan kelogisan model bangunan gedung yang ditinjau dari kondisi nyata bangunan gedung dengan ukuran dan model serupa. Penilaian pada ketika Kontes dilakukan melalui beberapa kriteria untuk memilih Juara I, II, dan III serta penghargaan-penghargaan terhadap struktur bangunan gedung, yaitu:


Keindahan/Estetika, K3&L, Kesesuaian Implementasi terhadap Rancangan, Kinerja Struktural, dan Metode Konstruksi.


Komponen-komponen penilaian terdiri dari:



  1. Unsur Keindahan/Estetika, dinilai dari keindahan dan keserasian bangunan gedung yang dihasilkan sesuai dengan fungsinya sebagai rumah tinggal 2 lantai dan yang bisa menampilkan unsur budaya Nusantara sesuai tema Kontes.

  2. K3 dan Lingkungan, dinilai dari kelengkapan dan kepatuhan terhadap penggunaan peralatan dan pelaksanaan K3, dan kebersihan materi dan alat kerja serta lingkungan.

  3. Kesesuaian Implementasi terhadap Rancangan, dinilai dari unsur-unsur berat bangunan, simpangan horisontal dan waktu konstruksi yang ditinjau dari hasil perencanaan dan kondisi aktual.

  4. Kinerja Struktural, dinilai dari besaran simpangan horisontal dan berat bangunan antara nilai nyata terhadap nilai yang ditetapkan (batasan ijin) dalam buku Pedoman Kontes.

  5. Metoda Konstruksi, dinilai dari peralatan untuk pengkonstruksian (erection) yang dipergunakan, cara penggunaan peralatan konstruksi, sistem sambungan antar elemen struktur, dan kelogisan dari tahapan pengkonstruksian serta kebersamaan/kerjasama tim dalam bekerja.


penyelenggara kontes :


Kompetisi ini diselenggarakan oleh:


Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional, yang berhubungan dengan Politeknik Negeri Jakarta.


Alamat :



  • Alamat Penyelenggara :

    DP2M Ditjen Dikti, Depdiknas

    DP2M Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Nasional

    Gedung DIKTI Lt IV

    Jl. Jendral Sudirman Pintu I, Senayan,

    Jakarta Pusat, Indonesia

    Telp. (62-21) 70322640, Fax. (62-21) 57951424

    website :dp2m-dikti.net / dp2m.dikti.go.id

    e-mail :pkm.dp2m@dikti.go.id

  • Alamat Pelaksana :

    Panitia KJI-KBGI

    Ruang Staf PD III

    Gedung Q (Direktorat), Lantai 2

    Politeknik Negeri Jakarta,

    Kampus Baru UI,

    Depok 16425, Indonesia

    Telpon: (62-21) 7270042, 7270034,7270036 ext. 229

    Faks: (62-21) 7270042, 7270034

    Website: www.pnj.ac.id

    Email : kjikbgi_pnj@yahoo.com


contoh ajuan , formulir serta panduan kontes bangunan gedung indonesia dalam bentuk microsoft word bisa di d0wnl0ad melalui link berikut:




    sumber : http://www.pnj.ac.id/kji/index.php?bab=kbgi2

    ilmusipil.com mengucapkan selamat berlomba.



    Sumber www.ilmusipil.com


    EmoticonEmoticon