Senin, 22 Juli 2019

Konsultan Perencana Dalam Pelaksanaan Proyek

Konsultan perencana ialah pihak yang ditunjuk oleh pemberi kiprah untuk melakukan pekerjaan perencanaan, perencana sanggup berupa perorangan atau tubuh perjuangan baik swasta maupun pemerintah. Tugas konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah:



  • Mengadakan pembiasaan keadaan lapangan dengan harapan pemilik bangunan.

  • Membuat gambar kerja pelaksanaan.

  • Membuat Rencana kerja dan syarat – sayarat pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai fatwa pelaksanaan.

  • Membuat planning anggaran biaya bangunan.

  • Memproyeksikan harapan – harapan atau pandangan gres – pandangan gres pemilik ke dalam desain bangunan.

  • Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud di wujudkan.

  • Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur kalau terjadi kegagalan konstruksi.


kemudian proses pelaksanaanya diserahkan kepada konsultan pengawas


 


wewenang konsultan perencana adalah:



  • Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak – pihak pelaksana bangunan yang melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.

  • Menentukan warna dan jenis material yang akan dipakai dalam pelaksanaan pembangunan.


Agar pelaksanaan proyek pembangunan sanggup berjalan dengan baik diharapkan konsultan perencana yang anggun dalam menghasilkan setiap detail perencanaan bangunan, contohnya gambar kontrak yang terang tanpa adanya kontradiksi perbedaan antar gambar serta perbedaan gambar planning dengan kondisi dilapangan. selain itu dalam hal spesifikasi bangunan juga dijelaskan dengan detail supaya tidak terjadi kendala dalam pemilihan material ketika pekerjaan pembangunan berlangsung.


 


Saat pelaksanaan pembangunan berlangsung pihak konsultan perencana sanggup menciptakan kegiatan pertemuan rutin dengan kontraktor untuk membahas hal-hal yang mungkin perlu menerima pemecahan dari perencana contohnya ketika aproval material atau pembuatan gambar shop drawing sebagai fatwa pelaksanaan proyek. hal-hal yang sering menjadi permasalahan dari produk perencana contohnya material yang telah ditentukan pada RKS sulit ditemukan pada ketika pembangunan atau harganya terlalu mahal melebihi RAB sehingga kontraktor mengusulkan persetujuan perubahan material untuk dipakai sebagai pengganti. persoalan lainya contohnya perbedaan gambar planning dengan kondisi exsiting lapangan sehingga kontraktor menciptakan gambar perubahan yang memerlukan persetujuan konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek  sehingga diharapkan kerjasama dan kekerabatan yang baik antara kontraktor dan konsultan perencana 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon