Sabtu, 20 Juli 2019

Cara Tes Kepadatan Standar Tanah (Compaction Test )

Compaction tes Tanah ini dilakukan untuk memilih hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah dengan memadatkandi dalam cetakan silinder berukuran tertentu dengan mengunakan alat penumbuk 2,5 kg (5,5 lbs) dan tinggi jatuh 30 cm ( 12 )


Pemeriksaan kepadatan standar dalpat dilakukan dengan 4 (empat) cara sebagai berikut :


Cara A : cetakan diameter 102 mm (4) beban lewat saringan 4,75 mm (no.4)


Cara B : cetakan diameter 152 mm (6) beban lewat saringan 4,75 mm (no.4)


Cara C : cetakan diameter 102 mm (4) beban lewat saringan 19 mm (3/4)


Cara D : cetakan diameter 102 mm (4) beban lewat saringan 19 mm (3/4)


 ini dilakukan untuk memilih hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah dengan memad CARA TES KEPADATAN STANDAR TANAH (COMPACTION TEST )


PERALATAN UNTUK COMPACTION TEST ADALAH



  • Cetakan diameter 102 mm (4) kapasitas 0,000943 atau kurang lebih 0,00003 m3 dengan diameter dalam 101,6 mm, tinggi 116,43 kurang lebih 0,1270 mm.



  • Cetakan diameter 152 mm, kapasitas 0,00124 kurang lebih 0,000021 m3, dengan diameter dalam 152,4 kurang lebih 0,660 mm, tinggi 116,43 kurang lebih 0,1270 mm. cetakan harus dari logam yang memiliki dinding teguh dan dibentuk sesuai dengan ukuran di atas. Cetakan harus dilengkapi dengan leher sambung dibentuk dari materi yang sama, dengan tingi ± 60 mm. yang dipasang besar lengan berkuasa tetapi sanggup dilepaskan .



  • Catakan cetakan yang sudah dipergunakan beberapa usang sehingga tidak memnuhi syarat toleransi di atas masih sanggup di pergunakan jikalau toleransi tersebut tidak melampaui lebih dari 50%.



  • Alat tumbuk tangan dari logam yang memiliki permukaan tumbuk rata diameter 50,8 ± 0,127 mm (2,00 ± 0,005) berat selubung yang sanggup mengatur tinggi jatuh secara bebas setinggi 304,8 ± 1,524 mm (12,00 ± 0,06).


Selubung harus sedikitnya memiliki 2 @ 4 buah lubang udara yang berdiameter tidak lebih kecil dari 9,5 mm (3/8) dengan poros tegak lurus satu sama lain berjarak 19mm dari kedua ujung. Selubung harus cukup longgar sehingga batang penumbuk sanggup jatuh bebas tidak terganggu.



  • Dapat juga dipergunakan alat tumbuk mekanis, dari logam yang dilengkapi alat pengontrol tinggi jatuh bebas 304,8 ± 1,524 mm (12,00 ± 0,06). Dan sanggup membagi bagi tumbukan secara merata di atas permukaan.


Alat penumbuk harus memiliki permukaan tumbuk yang rata berdiameter 50,8 ± 0,127 mm (2,00 ± 0,005) dan berat 2,495 ± 0,009 kg (5,50 ± 0,02 lb).



  • Alat untuk mengeluarkan contoh.


Timbangna kapasitas 11,5 dengan ketelitian 5 gram.


Oven yang dilengkapi pengatur suhu (110)



  • Alat perata dari besi strength edge panjang 2,5 cm salah satu sisi memanjang harus tajam dan sisi lain datar (0,01 % dari panjang)



  • Saringan 5mm (2), 19mm (3/4), 4,75mm (no.4)



  • Talam, alat pengaduk, dan sendok.


BENDA UJI UNTUK COMPACTION TEST


Bila pola tanah yang diterima dari lapangan masih dalam keadaan lembab (damp), keringkan pola tersebut hingga menjadi gembur. Pengeringan sanggup dilakukan di udara atau dengan alat pengering lain dengan suhu tidak lebih dari 60. Kemudian gumpalan gumpalan tanah tersebut ditumbuk tetepi butir aslinya tidak pecah.


Tanah yang gembur disaring dengan saringan 4,75 mm (no.4) untuk cara A dan B, serta saringan19 mm (3/4) untuk cara C dan D.


Jumlah pola yang sesuai untuk masing masing cara investigasi ialah sebagai berikut :


Cara A sebanyak 15 kg


Cara B sebanyak 45 kg


Cara C sebanyak 30 kg


Cara D sebanyak 65 kg


Benda uji dibagi menjadi 6 kepingan dan tiap tiap kepingan dicampur dengan air yang ditentukan dan diaduk hingga merata.


Pemambahan air diatur sehingga didapat benda uji sebagai berikut :



  • Tiga pola dengan kadar air kira kira di bawah optimum

  • Tiga pola dengan kadar air kira kira di atas optimum


Perbedaan kadar air dari benda uji masing masing antara 1 s/d 3 %


Masing masing benda uji dimasukkan ke dalam kantong plastic dan disimpan selama 12 jam atau hingga kadar airnya merata.


CARACOMPACTION TEST PADA TANAH ADALAH


COMPACTION TEST Cara A :


i. Timbang cetakan diameter 102 mm (4) dan keeping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B1) gram.

ii. Cetakan leher dan keeping bantalan dipasang menjadi satu dan ditempatkan pada landasan yang kokoh.

iii. Ambil salah satu dari keenam pola diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :

Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus sempurna sehingga kelebihan tanah yang diratakan sehabis leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.

Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 25 tumbukan.

iv. Potong kelebihan tanah dari kepingan keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.

v. Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.

vi. Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.

vii. Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk investigasi kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 “ 76.


COMPACTION TEST Cara B :

i. Timbang cetakan 152 mm (6) dan keeping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B1) gram.

ii. Cetakan, leher dan keeping bantalan dipasang menjadi satu dan tempatkan pada landasan yang kokoh.

iii. Ambil salah satu dari keenam contoh, diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :

Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus sempurna sehingga kelebihan tanah yang diratakan sehabis leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.

Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 56 tumbukan.


iv. Potong kelebihan tanah dari kepingan keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.

v. Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.

vi. Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.

vii. Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk investigasi kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 “ 76.


COMPACTION TEST Cara C :

i. Timbang cetakan diameter 102 mm (4) dan keeping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B1) gram.

ii. Cetakan leher dan keeping bantalan dipasang menjadi satu dan ditempatkan pada landasan yang kokoh.

iii. Ambil salah satu dari keenam pola diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :

Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus sempurna sehingga kelebihan tanah yang diratakan sehabis leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.

Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 25 tumbukan.


iv. Potong kelebihan tanah dari kepingan keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.

v. Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.

vi. Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.

vii. Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk investigasi kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 “ 76.


COMPACTION TEST Cara D :

i. Timbang cetakan diameter 102 mm (4) dan keeping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B1) gram.

ii. Cetakan leher dan keeping bantalan dipasang menjadi satu dan ditempatkan pada landasan yang kokoh.

iii. Ambil salah satu dari keenam pola diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :

Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus sempurna sehingga kelebihan tanah yang diratakan sehabis leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.

Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 56 tumbukan.


iv. Potong kelebihan tanah dari kepingan keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.

v. Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.

vi. Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping bantalan dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.

vii. Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk investigasi kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 “ 76.


RUMUS PERHITUNGAN COMPACTION TEST



  1. Hitung berat isi tanah dengan mempergunakan rumus berikut :


 ini dilakukan untuk memilih hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah dengan memad CARA TES KEPADATAN STANDAR TANAH (COMPACTION TEST )



  1. Berat isi kering tanah dengan mempergunakan rumus berikut :


 ini dilakukan untuk memilih hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah dengan memad CARA TES KEPADATAN STANDAR TANAH (COMPACTION TEST )



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon