Selasa, 02 Juli 2019

Cara Penyambungan Bambu Dan Kegunaannya

Cara penyambungan bambu dan penggunaanya pada konstruksi bangunan antara lain :



  1. Untuk dinding rumah. Bambu yang dipakai untuk dinding biasanya dibelah dan dibentuk anyaman. Jenis bambu yang cocok untuk anyaman yaitu bambu ater, bambu petung, bambu tutul, bambu talang dan bambu plymorpha.

  2. Untuk rangka bangunan. Biasanya bambu dipakai untuk menciptakan kuda-kuda, reng dan usuk (kasau). Sambungannya memakai sambungan pen bambu, tali ijuk atau kombinasi keduanya. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini yaitu bambu petung, bambu duri, bambu duri ori, bambu gombong, bambu sembilang dan bambu polymorpha.

  3. Untuk tiang. Bambu dipakai untuk tiang-tiang yang berfungsi untuk menempelkan dinding dari anyaman bambu, untuk tiang-tiang panggung penyangga kuda-kuda. Jenis ambungan yang dipakai yaitu sambungan lubang dan pen bambu dikombinasikan dengan tali ijuk. Jenis bambu yang cocok yaitu bambu petung, bambu duri, bambu duri ori, bambu gombong, bambu sembilang, bambu balcoa dan bambu polymorpha.

  4. Untuk lantai. Biasanya bambu dibentuk anyaman atau bambu hanya dibelah saja lalu dirapikan/ditata sedemikian rupa sehingga sanggup berfungsi sebagai lantai. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini yaitu bambu petung, bambu ater, bambu talang, bambu gombong, bambu sembilang dan bambu balcoa.

  5. Untuk langit-langit. Jenis anyamannya sama dengan jenis anyaman dinding. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini yaitu bambu petung, bambu talang, bambu gombong.

  6. Untuk konstruksi bekesting, tangga, dll.


Sistem sambungan pada bambu yaitu dengan pen dan lubang serta tali ijuk.





cara pengawetan pada bambu


Pengawetan bambu bertujuan biar bambu sanggup tahan usang dan tidak gampang diserang abu (insekta). Untuk mencapai tujuan tersebut maka getah yang terdapat dalam bambu harus dikeluarkan sehingga bambu monad awet, memiliki daya lenting tinggi, tidak gampang patah dan gampang dianyam.  Untuk mencegah bambu lapuk sebab efek cuaca dan serangan ham, bambu dilapisi dengan cat, kapur, ter atau vernis.


Pengawetan bambu intinya dilakukan dengan dua cara, yaitu :



  1. Dengan mengeluarkan getah yang terdapat dalam bambu dan memasukkan zat-zat yang tidak disukai serangga. Cara yang paling sederhana yang biasa dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan jalan merendam bambu dalam air kurang lebih selama 2 bualn. Setelah bambu direndam lalu dikeringkan di kawasan yang teduh terhindar dari panas matahari. Selain merendam dengan cara di atas, sanggup dilakukan juga dengan merendam bambu pada larutan 5 % asam boraks yang dimasukkan ke dalam air yang dipakai untuk merendam bambu.

  2. Dengan melapisi bambu dengan cat, vernis, kapur dan ter.



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon