Rabu, 03 Juli 2019

Cara Pengawetan Kayu Materi Bangunan

Sebuah konstruksi kayu yang kokoh perlu dihitung secara teliti dalam perencanaanya semoga sanggup diketahui dimensi kayu yang berpengaruh serta ekonomis, struktur kayu yang berpengaruh belum tentu bertahan usang kalau tidak dilakukan pengawetan kayu sebelum dipasang maupun masa perawatan, hal ini tentu sanggup menyebabkan pengeluaran biaya ganda untuk sebuah bagunan, berikut ini beberapa cara pengawetan kayu yang mungkin sanggup dilakukan.


cara pengawetan kayu adalah:





Pengawetan kayu dengan Cara Pemulasan dan penyemprotan


Cara pengawetan yang paling sederhana dan menghasilkan pengawetan yang kurang baik alasannya yakni van pengawet yang masuk dan membisu pada kayu hanya sedikit serta van pengawet gampang luntur. Keuntungannya hádala : alat yang digunakan sederhana, gampang penggunaannya dan murah. Dianjurkan hanya digunakan sementara, serangan perusak kayu tidak ganas dan untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Contohnya memberi lapisan cat pada kayu, melabur kayu dengan ter, dll.


Pengawetan kayu dengan Cara Rendaman


Kayu direndam dalam kolam larutan materi pengawet yang telah ditentukan kepekatannya selama beberapa hari. Kayu harus terendam semua.


Ada tiga cara pengawetan dengan rendaman, yaitu : rendaman dingin, rendaman panas dan rendaman panas-dingin.


Bahan pengawet yang digunakan berupa garam.


Keuntungannya : Penetrasi dan retensi van pengawet lebih banyak, kayu dalam jumlah banyak sanggup diawetkan bersama, larutan sanggup digunakan berulangkali.


Adapun keruguian pengawetan kayu dengan cara rendaman yakni :waktunya usang terutama rendaman dingin, peralatannya gampang kena karat, pada proses rendaman panas kayu sanggup terbakar dan kayu lembap sulit diawetkan dengan cara ini.


Pengawetan kayu dengan Cara Tekanan dan vakum (cara modern)


Keuntungannya : penetrasi dan retensi materi pengawet tinggi sekali, waktunya singkat dan sanggup mengawetkan kayu lembap atau kering.


Kerugiannya yakni : biayanya mahal, perlu ketelitian tinggi dan hanya digunakan untuk perusahaan komersiil.


Menurut cara kerjanya, proses ini dibagi menjadi :



  1. Proses sel penuh, dimana pada proses ini materi pengawet mengisi seluruh lumen sel kayu.  Metode sel penuh ada 2 cara yaitu metode bethel dan Bernett.

  2. Proses sel kosong, yaitu materi pengawet hanya mengisi ruang antar sel kayu. Ada dua cara yaitu cara Rueping, memakai tekanan awal 4 atmosphere dinaikkan hingga dengan 8 atm. Cara kedua yaitu cara Lawry memakai tekanan awal 7 atm.


Urutan cara kerja proses sel penuh, yaitu :



  1. Kayu dimasukkan ke dalam tangki tertutup rapat.

  2. Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki dengan tekanan 60 cm/Hg ± 90 menit.



  1. Sambil divakum, materi pengawet dimasukkan ke tangki hingga penuh.

  2. Setelah tangki penuh, vakum dilarang diganti dengan proses tekanan ± 8 – 15 atmosphere ± 2 jam



  1. Tekanan dihentikan, materi pengawet dikeluarkan

  2. Dilakukan vakum terakhir ± 40 cm/Hg ± 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari materi pengawet.


Urutan cara verja proses sel kosong :



  1. Kayu dimasukkan ke tangki tertutup rapat.

  2. Langsung diberi tekanan ke dalam tangki ± 4 atmosphere ± 10 – 20 menit.

  3. Bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki hingga penuh.

  4. Tekanan ditingkatkan hingga 7-8 atmosphere selama 2 jam.

  5. Tekanan dihentikan, materi pengawet dikeluarkan

  6. Dilakukan vakum terakhir ± 60 cm/Hg ± 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari materi pengawet.


begitulah kurang lebih cara pengawetan kayu sebagai materi bangunan, kalau ada trik dan tips lain sanggup dimasukan dibawah. 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon