Sabtu, 06 Juli 2019

Cara Menghitung Koefisien Analisa Harga Satuan Bangunan

Koefisien analisa harga satuan ialah angka – angka jumlah kebutuhan materi maupun tenaga yang diharapkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam satu satuan tertentu. koefisien analisa harga satuan berfungsi sebagai aliran awal perhitungan rencana anggaran biaya bangunan, kondisi tersebut menciptakan koefisien analisa harga satuan menjadi kunci menghitung dengan sempurna asumsi anggaran biaya bangunan.


 


Contoh koefisien analisa harga satuan bangunan


misalnya untuk 1 m2 pekerjaan plesteran dinding koefisien analisa harga satuanya ialah sebagai berikut:


Analisa  untuk 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps adalah


koefisien analisa bahan



  • 0.2170 zak semen

  • 0.02830 m3 pasir pasang


koefisien analisa tenaga



  • 0.0125 hari mandor

  • 0.0200 hari kepala tukang

  • 0.2000 hari tukang batu

  • 0.2500 hari pekerja


angka – angka diatas merupakan koefisien analisa harga satuan yang dibutuhkan untuk menuntaskan 1m2 pekerjaan plesteran membutuhkan 0.2170 zak semen, sehingga bila kita akan mengerjakan 100 m2 pekerjaan plesteran maka kita harus membeli atau menyediakan semen sebanyak 0.2170 x 100 = 21,70 zak.


begitu juga dengan kebutuhan tenaga sesuai koefisien analisa harga satuan diatas untuk menuntaskan 1m2 pekerjaan plesteran diharapkan 0.20 hari tukang batu, maka untuk menyelesakan 100 m2 plesteran dibutuhkan 0.20 x 100 = 20 hari kerja untuk satu tukang, nah bila kita ingin menuntaskan pekerjaan plesteran tersebut dalam waktu 5 hari maka diharapkan tukang kerikil sebanyak 20 hari : 5 = 4 tukang batu.


 


Cara mencari koefisien analisa harga satuan rencana anggaran biaya bangunan ?


untuk mencari koefisien analisa harga satuan di indonesia dapat dlakukan dengan banyak sekali macam cara, diantaranya adalah:



  • Melihat buku Analisa BOW


Koefisien analisa harga satuan BOW ini berasal dari penelitian zaman belanda dahulu, untuk kini ini sudah jarang dipakai sebab adanya pembengkakan biaya pada koefisien tenaga.



  • Melihat Standar Nasional Indonesia ( SNI )


standar nasional ( SNI ) ini di keluarkan resmi oleh tubuh standarisasi nasional, dikeluarkan secara terjadwal sehigga SNI tahun terbaru merupakan revisi edisi SNI sebelumya. untuk memudahkan mengetahui edisi yang terbaru, SNI ini diberi nama sesuai tahun terbitnya misal : SNI 1998, SNI 2002 , SNI 2007.



  • Melihat standar perusahaan


pada perusahaan tertentu menerbitkan koefisien analisa harga satuan tersendiri sebagai aliran kerja karyawan, koefisien analisa harga satuan perusahaan ini biasanya merupakan diam-diam perusahaan.



  • pengamatan dan penelitian pribadi dilapangan.


Cara ini cukup merepotkan dan membutuhkan cukup banyak waktu, tapi alhasil akan mendekati ketepatan sebab diambil pribadi dari pengalama kita dilapangan, caranya dengan meneliti kebutuhan bahan, waktu dan tenaga pada suatu pekerjaan yang sedang dilaksanakan.



  • melihat standar Harga satuan


Harga satuan ini dikeluarkan per wilayah oleh pemerintah indonesia maupun standar perusahaan masing – masing, bila kita memakai harga satuan ini maka kita tidak memerlukan koefisien analisa harga satuan sebab untuk menghitung rencana anggaran biaya kita hanya perlu mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan.


contoh penggunaan koefisien analisa harga satuan untuk menghitung kebutuhan material bangunan dapat dibaca di : cara hitung kebutuhan pasir


Begitulah kurang lebih ara mencari koefisien analisa harga satuan, bila ada trik dan tips lain dalam mencari koefisien analisa harga satuan dapat dimasukan melalui form dibawah. 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon