Minggu, 09 Juni 2019

Tes Beton

PENGETESAN BETON ( SLUMP TEST )


Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air beton/ kelecakan beton yang berafiliasi dengan mutu beton. Dalam proyek ’tempat penulis kerja praktek’, nilai slump yang digunakan yaitu 12 ± 2 cm untuk struktur atas dan 16-18 ± 2 cm untuk struktur bawah dengan penambahan integral waterproofing. Pengujian dilakukan dengan memakai kerucut abrams. Cara pengujiannya yaitu sebagai berikut.


a)      Peralatan uji slump yaitu kerucut abrams disiapkan dengan  ukuran diameter atas 10 cm dan diameter bawah 20 cm, serta tinggi 30 cm. Tongkat baja dengan panjang 60 cm dan diameter 16 mm.


b)      Kerucut abrams diletakkan pada bidang rata dan datar namun tidak menyerap air, biasanya memakai ganjal berupa tripleks.


c)      Kemudian adukan beton dimasukkan dalam tiga lapis yang kira-kira sama tebalnya, dan setiap lapis ditusuk 25-30 kali dengan memakai tongkat baja supaya adukan yang masuk dalam kerucut lebih padat.


d)     Adukan yang jatuh disekitar kerucut dibersihkan, kemudian permukaannya diratakan dan kerucut ditarik vertikal dengan hati-hati.


e)      Kerucut abrams dibuka dan penurunan puncak kerucut diukur terhadap tinggi semula.


f)       Hasil pengukuran inilah yang disebut nilai slump dan merupakan nilai kekentalan dari adukan beton tersebut.


g)      Adukan beton dengan hasil slump yang tidak memenuhi syarat dilarang digunakan.























Mutu BetonSlump Test (cm)
Tanpa Integral WaterproofingDengan Integral Waterproofing
K- 35012 ± 216 s/d 18 ± 2
K- 40012 ± 216 s/d 18 ± 2

Tabel 1.1 Hasil Pengujian Slump Test


Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air beton tes beton


Gambar 1.2 Slump Test


1)     Tes Uji Kuat Tekan ( Compression Test / Crushing Test )


Tes uji berpengaruh tekan bertujuan untuk mengetahui berpengaruh tekan beton karakteristik ( berpengaruh tekan maksimum yang sanggup diterima oleh beton hingga beton mengalami kehancuran ), serta sanggup memilih waktu untuk pembongkaran bekisting balok dan pelat lantai.


Cara pengujian :


a)      Silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dipersiapkan.


b)      Cetakan silinder diletakkan pada pelat atas baja yang telah dibersihkan dan sisi dalamnya diolesi minyak pelumas seperlunya untuk mempermudah pelepasan beton dari cetakannya.


c)      Adukan beton yang digunakan pada pengujian slump test dimasukkan ke dalam cetakan yang dibagi dalam tiga lapisan yang sama.


Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air beton tes beton


Gambar 1.3 Adukan Beton dari Slump Test digunakan untuk Pengujian Kuat Tekan Beton


d)      Adukan beton ditusuk- tusuk sebanyak 10 kali tiap lapisan.


e)      Bagian atasnya diratakan dan diberi kode tanggal pembuatan.


Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air beton tes beton


Gambar 1.4 Tata Cara Penandaan Benda Uji


f)      Didiamkan selama 24 jam dan direndam dalam air (curing) selama waktu tertentu, kemudian diserahkan ke laboratorium untuk dilakukan pengetesan beton pada usia 4, 14, dan 28 hari.


g)      Tes uji beton dilakukan dengan mesin uji tekan yang dilakukan di batching plant.


h)      Ambil benda uji dari kolam perendam yang direndam selama 4, 14, dan 28 hari, bersihkan dengan kain untuk menghilangkan kotoran yang menempel.


i)     Menimbang berat benda uji dan menghitung luas permukaannya.


j)      Benda uji diletakkan pada mesin tekan secara sentris.


k)       Mesin tekan dioperasikan dengan penambahan beban yang konstan berkisar antara 2 hingga 4 kg/cm2 per detik.


l)      Pembebanan dilakukan hingga benda uji menjadi hancur kemudian mencatat beban maksimum yang terjadi selama investigasi benda uji.























Mutu BetonUmur TesNilai Kuat Tekan rata-rata (Kg/cm²)Persentase Kekuatan Beton


(%)

K- 40028 Hari501,88125
K- 35028 Hari406,14116


Tabel 1.5 Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton


Untuk mencari berpengaruh tekan beton dari hasil pengujian, digunakan rumus:


rumus


kuat tekan beton = ((Bacaan Pd Dial x101,97) / (Luas penampang tekan)) : 0,83


Keterangan             :        1KN        =   101,97 kg


Angka Konversi Silinder            =   0,83


Dari tabel 6.2 sanggup disimpulkan bahwa beton yang diproduksi memenuhi spesifikasi yang telah disyaratkan Peraturan Beton Indonesia      ( SNI.2 – 1971 ), bahwa pada umur beton 28 hari, maka persentase kekuatan beton mencapai 100%.


Gambar 1.6 Pengujian Kuat Tekan Beton


Pemilihan mutu beton menyerupai dalam spesifikasi materi dimaksudkan semoga tidak mengalami pemborosan biaya serta kondusif untuk digunakan. Mutu beton  ini juga harus diubahsuaikan dengan yang diinginkan pemilik yaitu yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat teknis.


Mutu beton K-400 sanggup digunakan untuk konstruksi yang vertikal pada basement dan lantai dasar yaitu kolom, retaining wall, core wall, dan shear wall. Untuk mutu beton K-350 digunakan untuk pelat lantai basement, tie beam, pile cap, serta pada struktur lantai 1 hingga atas (balok, pelat lantai, kolom, tangga, core wall, dan shear wall)



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon