Sabtu, 08 Juni 2019

Perencanaan Bangunan Bertingkat

Kegiatan perencanaan yaitu suatu acara yang sangat pokok dan penting sebelum melakukan sebuah proyek. Terjadinya kesalahan pelaksanaan ataupun metode kerja yang tidak berurutan akan menunjukkan kerugian pada proyek. Perencanaan yang sempurna dan matang akan memudahkan dalam mencapai tujuan utama sebuah pekerjan konstruksi, yaitu sempurna waktu, sempurna mutu, serta sempurna biaya. Perencanaan yang dilaksanakan dalam sebuah proyek harus memenuhi persyaratan mirip dibawah ini, antara lain:


a.         Konstruksi harus kokoh dan mempunyai nilai estetis yang baik.


b.        Mutu pekerjaan terjaga dengan baik.


c.         Biaya pelaksanaan harus efisien dan ekonomis.


d.        Waktu pelaksanaan tepat, sesuai dengan time schedule.


e.         Aman dan nyaman untuk digunakan.


f.         Mempertimbangkan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).


g.        Berdasarkan aturan aturan yang berlaku.


(Pudjianto,1996)


Pada umumnya dalam perencanaan suatu pekerjaan proyek konstruksi, terdiri dari 3 macam perencanaan, mencakup :


a.         Perencanaan Arsitektur


b.        Perencanaan Struktur


c.         Perencanaan Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing.


Ketiga proses tersebut saling berkaitan dan harus ada koordinasi untuk menghasilkan suatu bangunan yang kuat, stabil, serta mempunyai view arsitektural yang baik, demi keamanan dan kenyamanan bangunan.


Fungsi bangunan ‘pada proyek daerah penulis kerja praktek’ yaitu sebagai hunian yang tergolong sederhana dan terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah (hunian bersubsidi). Termasuk dalam rumah susun sederhana hak milik (rusunami).



  • Tinjauan Perencanaan Arsitektur


Tahap yang pertama dari sebuah perencanaan bangunan yaitu perencanaan arsitektural, yang didalamnya mencakup landscape bangunan, eksterior dan interior ruangan. Sesuai fungsi bangunan sebagai rusunami dengan kebutuhan akan unit hunian yang banyak, ‘proyek daerah penulis kerja praktek’ dirancang dengan bentuk bangunan mirip abjad U dengan corridor yang terletak memanjang diantara unit hunian (Gambar 1.1). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan lahan yang ada. Untuk setiap unit huniannya dengan ukuran standar 5 x 5 m2, terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang duduk, 1 kamar mandi, dan 1 balkon. Setiap lantai hunian untuk 7 (tujuh) tower mempunyai jumlah total 350 unit hunian. Landscapeproyek daerah penulis kerja praktek’ dengan tema “One Stop Service”, dilengkapi sentra perbelanjaan terbuka, tropical tree, dan playground yang terintegrasi di keseluruhan tower.


Dari segi eksteriornya, konsep desain arsitekturnya bergaya modern minimalis, simpel, dan praktis, sehingga cocok sebagai hunian masa sekarang yang sering diminati. Untuk perencanaan interiornya, jenis material finishing yang dipakai bersifat sederhana. Pasar yang diincar yaitu konsumen dengan potensi pasar menengah kebawah.


Kegiatan perencanaan yaitu suatu acara yang sangat pokok dan penting sebelum melaksana perencanaan bangunan bertingkat


Maket proyek daerah penulis kerja praktek’



  • Tinjauan Perencanaan Struktur


Struktur yaitu suatu kesatuan dan rangkaian beberapa elemen yang dirancang biar bisa mendapatkan beban luar maupun berat sendiri tanpa mengalami perubahan bentuk yang melewati batas persyaratan


perencanaan gedung bertingkat


Kegiatan perencanaan yaitu suatu acara yang sangat pokok dan penting sebelum melaksana perencanaan bangunan bertingkat


Sistem Struktur High Rise Building


Pada dasarnya setiap sistem struktur pada suatu bangunan merupakan penggabungan banyak sekali elemen struktur secara tiga dimensi. Fungsi utama dari sistem struktur yaitu untuk memikul secara kondusif dan efektif  beban yang bekerja pada bangunan, serta menyalurkannya ke tanah melalui pondasi. Beban yang bekerja pada bangunan terdiri dari beban vertikal, beban horisontal/beban lateral, getaran, dan sebagainya. Pada high rise building, bila imbas beban horisontal/beban lateral lebih besar dari kriteria kekakuan (stiffness) yang direncanakan, maka sanggup mengakibatkan deformasi ataupun defleksi lateral yang besar. Hal ini sanggup mengakibatkan kerusakan atau keruntuhan struktur. Untuk memperkecil deformasi ataupun defleksi lateral tersebut, maka dipakai dinding geser (shear wall) biar struktur menjadi lebih kaku.



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon