Sabtu, 22 Juni 2019

Pengertian Sistem Kontrak Konstruksi

lanjutan dari artikel sebelumnya perihal kontrak kerja proyek konstruksi selanjutnya kita bahas pengertian – pengertian sistem kontrak proyek konstruksi


Kontrak proyek sistem Rancang Bangun (Design and build contract)


¨       Secara teknis istilah rancang berdiri (design build atau design construct) ialah lebih terang menggambarkan pembagian kiprah dalam kontrak tersebut


¨       Kontraktor melakukan perencanaan dan pembangunan, perencanaan sanggup dilakukan melalui konsultan perencana, tetapi kontrak perencanaan kepada kontraktor bukan kepada pengguna jasa


¨       Selain sanggup keuntungan, kontraktor sekaligus juga menerima bayaran untuk jasa perencanaannya, Pembayaran pertermin


¨       Pengguna jasa tidak lagi menempatkan konsultan pengawas tetapi cukup menunjuk wakil yang fungsi dan tugasnya mengamati jalannya pekerjaan apakah sesuai spesifikasi teknis dan jadwal


¨       Diperlukan jaminan kemampuan membayar dari pengguna jasa yang besarnya senilai kontrak dan masa berlaku selama masa pelaksanaan.


¨       Perlu kehati-hatian pengguna jasa dalam memelih kontraktor alasannya semua aspek pembangunan proyek dipercayakan kepada satu perusahaan. Kaprikornus profesionalisme dan bonafidifitas perusahaan harus benar-benar dipertimbangkan dalam menentukan kontraktor


Kontrak proyek sistem Pendanaan Penuh dari Penyedia Jasa (Contractor full prefinancing)


¨       Penyedia jasa mendanai seluruh  pekerjaan sesuai kontrak, sehabis pekerjaan selesai 100% diterima dengan baik Pengguna jasa, barulah Penyedia jasa dibayar sekaligus 95%, 5% untuk retensi


¨       Pengguna jasa harus memberi jaminan bank kepada penyedia jasa dan harus tetap berlaku selama masa pelaksanaan pekerjaan.


¨       Jaminan pembayaran bukan instrumen pembayaran dan gres sanggup docairkan jikalau ada permasalahan pengguna jasa cedera janji


¨       Dalam kontrak sistem ini pengguna jasa harus menanggung biaya uang (cost of money) dan dibebankan pada nilai kontrak.


kontrak proyek sistem BOT/BOO/BLT





¨       Kontrak ini merupakan tumpuan kerjasama antara pemilik tanah/lahan dengan investor untuk menyebabkan lahan menjadi satu kemudahan tertentu


¨       Setelah pembangunan kemudahan selesai, investor diberi hak untuk mengelola dan memungut hasil dari kemudahan tersebut selama kurun waktu tertentu.


¨       Setelah masa pengoperasian selesai kemudahan tadi dikembalikan kepada pengguna jasa.


¨       Selama masa pengoperasian kemudahan harus masih dalam keadaan baik, sehingga untuk perawatan ini dibutuhkan kontrak tersendiri.


¨       Bentuk kontrak BOO, disini sehabis dibangun, investor diberi hak untuk untuk mengelola dan pada hasilnya mempunyai sebagian dari kemudahan yang ada sesuai dengan perjanjian yang disepakati.


¨       Bentuk kontrak BLT sedikit berbeda dengan BOT. disini sehabis kemudahan selesai dibangun, pemilik kemudahan seakan-akan menyewa untuk satu kurun waktu kepada investor untuk digunakan sebagai angsuran dari investasi yang sudah ditanam. Atau kemudahan bisa juga disewakan kepada pihak lain dengan perjanjian sewa yang hasilnya diserahkan kepada investor.


Unsur-unsur dalam Kontrak proyek konstruksi


¨       Yang terlibat langsung:


–        Pemberi kiprah (pengguna Jasa)


–        Kontraktor (Penyedia Jasa Pelaksanaan)


–        Konsultan (Penyedia Jasa Perencanaan dan Penyedia Jasa Pengawasan/MK)


¨       Yang terlibat dalam proses pembangunan


–        Pemberi tugas


–        Kontraktor


–        Konsultan


–        Pemerintah


–        bank


bersambung ke artikel berikutnya 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon