Senin, 17 Juni 2019

Pemeriksaan Kadar Air Pada Agregat

Percobaan ini bertujuan untuk memilih kadar air dengan cara pengeringan. Kadar air agregat yaitu perbandingan antara berat air yang terkandung dalam agregat dengan berat agregat dalam keadaan kering. Nilai kadar air ini dipakai untuk korelsi tekanan air untuk adukan beton yang diadaptasi dengan kondisi agregat lapangan.


PERALATAN

a.Timbangan dengan ketelitian 0,1% dari berat contoh.

b.Oven yang suhunya sanggup diatur hingga 110±5°C

c.Talam logam tahan karat berkapasitas cukup besar bagi daerah pengeringan pola benda uji.


BAHAN – BAHAN

Berat minimum pola agregat tergantung pada ukuran maksimum dengan batasan sebagai berikut :

Ukuran maksimum :6,30mm (1/4”)= 0,50 kg

9,50mm (3/8”)= 1,50 kg

12,70mm (0,5”)= 2,00 kg

19,10mm (3/4”)= 3,00 kg

25,40mm (1,0”)= 4,00 kg

38,10mm (1,5”)= 6,00 kg

50,80mm (2,0”)= 8,00 kg

63,50mm (2,5”)= 10,00 kg

76,20mm (3,0”)= 13,00 kg

88,90mm (3,5”)= 16,00 kg

101,60mm (4,0”)= 25,00 kg

152,40mm (6,0”)= 50,00 kg



PROSEDUR PRAKTIKUM


a.Timbang dan catat berat dalam talam (W1).

b.Masukkan benda uji kedalam talam, lalu berat talambenda uji ditimbang. Catat beratnya (W2).

c.Hitung berat uji benda uji : W3 = W2 – W1.

d.Keringkan pola benda uji bersama talam dalam panggangan pada suhu (110±5)°C hingga mencapai bobot tetap.

e.Setelah kering, pola ditimbang dan dicatat berat benda uji beserta talam (W4).

f.Hitunglah berat benda uji kering : W5 = W4 – W1


Untuk Download file ini beserta hasil hitungan percobaan dalam bentuk Microsoft word 2003 sanggup klik dibawah:


http://www.ziddu.com/d0wnl0ad/7748376/PEMERIKSAANKADARAIRAGREGAT.doc.html



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon