Selasa, 11 Juni 2019

Menjamurnya Baja Ringan

Jamur dalam bahasa Indonesia sehari-hari meliputi beberapa hal yang agak berkaitan. Arti pertama yaitu semua anggota kerajaan Fungi dan beberapa organisme yang pernah dianggap berkaitan, menyerupai jamur lendir dan “jamur belah” (Bacteria). Arti kedua berkaitan dengan sanitasi dan menjadi sinonim bagi kapang. Arti terakhir, yang akan dibahas dalam artikel ini, yaitu badan buah yang lunak atau tebal dari sekelompok anggota Fungi (terutama Basidiomycetes) yang biasanya muncul dari permukaan tanah atau substrat tumbuhnya. Pengertian terakhir ini berkaitan dengan nilai ekonomi jamur sebagai materi pangan, sumber racun, atau materi pengobatan. Bentuk umum jamur biasanya yaitu menyerupai payung, walaupun ada juga yang tampak menyerupai piringan.


Beberapa jamur kondusif dimakan insan bahkan beberapa dianggap mempunyai kegunaan obat, menyerupai jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis). Jamur yang beracun misalnya yaitu Amanita muscaria, dan jamur yang dikenal sebagai “destroying angel“. (Sumber id.wikipedia.com)


Istilah jamur biasanya digunakan untuk sebuah hal yang cepat tumbuh dan berkembang dalam waktu yang relative tidak lama. Kondisi ini (menjamur) sanggup dikatakan sempurna pada perkembangan industri baja ringan terutama rangka atap. Jika awalnya hanya sebagian kecil yang memasarkan dan memasang rangka atap baja ringan. Dalam decade dua tahun terakhir, perkembangannya sungguh sangat fantastis. Ini sanggup dilihat dalam mesin pencari google, warta seputar baja ringan sangat besar. Ketik baja ringan maka akan muncul Sekitar 818.000 hasil (0,20 detik). Termasuk didalamnya warta produk dan juga pemasarannya.


Di Bandung saja, sekitar tahun 2000-2005 para pemain industri baja ringan baik pemasang maupun produsen, bias dihitung jari. Sekarang dalam 10 tahun kemudian, hamper dibeberapa daerah sudah tersedia produsen baja ringan, baik sebagai pemasang maupun sebagai penjual material batangan.


Disamping fasilitas dalam mendapatkan, kecepatan pemasangan, dan struktur yang besar lengan berkuasa membuat rangka atap baja ringan cepat terkenal. Teknologi dalam perencanaan dan pemasangan rangka atap baja ringan bermacam-macam sesuai dengan profil dari elemen kuda-kuda itu sendiri. Profil kuda-kuda rangka atap baja ringan yang beredar di pasaran terdiri dari profil Omega, profil C, profil Z, dan profil Hollow. Tiap profil mempunyai kelebihan serta perbedaan prinsip dalam pemasangan.


Rangka atap baja ringan mempunyai aturan-aturan struktur dalam pemasangannya yang harus sesuai dengan hukum teknis. Komposisi rangka atap baja ringan beragam, ini tentunya diubahsuaikan dengan jenis profil yang dipakainya. Seperti halnya nasi goreng, rangka atap yang beredar dipasaran pun bervariasi dalam komposisi dan harga.


Salahsatu komposisi struktur rangka atap baja ringan terdiri menyerupai Footplate untuk dudukan kuda-kuda, Diapragma Plate untuk pelat pengaku, Wind Bracing untuk ikatan angin, Tensioner untuk pengencang Wind Bracing, Valley Gutter/talang, Angle Trim untuk sisi Valley Gutter, Fascia Bracket, ikatan stabilitas, ikatan atas dan ikatan bawah serta tentunya bentuk profil kuda-kuda Omega yang terbukti paling kaku dibanding bentuk profil lain. Setiap komponen aksesoris yang digunakan UNIONtruss mempunyai fungsi Spesifik dan tidak tergantikan, sehingga kelengkapan aksesoris ini merupakan syarat mutlak dalam membuat suatu Sistem Struktur yang sanggup dipertanggungjawabkan.


hari meliputi beberapa hal yang agak berkaitan Menjamurnya Baja Ringan


( picture form: chroniccandy.com )


Nah…sebelum menentukan rangka atap baja ringan baiknya komponen-komponen tersebut menjadi pertimbangan semoga kualitas serta kekuatan struktur terjamin sehingga kenyamanan sanggup didapat siapapun, sebab bagaimanapun membeli rangka atap baja ringan yaitu membeli struktur yang aman..


Iden Wildensyah yaitu pekerja konstruksi di Bandung, penulis buku “Rangka Atap Baja Ringan untuk Semua”



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon