Senin, 25 Februari 2019

Konstruksi Pondasi Cakar Ayam

Asal mula konstruksi pondasi cakar ayam yaitu Prof Dr Ir Sedijatmo tahun 1961 saat sebagai pejabat PLN harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di kawasan rawa-rawa Ancol Jakarta. Dengan susah payah, 2 menara berhasil didirikan dengan sistem pondasi konvensional, sedangkan sisa yang 5 lagi masih terbengkelai. Menara ini untuk menyalurkan listrik dan sentra tenaga listrik di Tanjung Priok ke Gelanggang Olah Raga Senayan dimana akan diselenggarakan pesta olah raga Asian Games 1962.


 


Karena waktunya sangat mendesak, sedangkan sistem pondasi konvensional sangat sukar diterapkan di rawa-rawa tersebut, maka dicarilah sistem gres ,Lahirlah inspirasi Ir Sedijatmo untuk mendirikan menara di atas pondasi yang terdiri dari plat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa dan plat itu menempel secara monolit (bersatu), dan mencengkeram tanah lembek secara meyakinkan.


 


Oleh Sedijatmo, hasil temuannya itu diberi nama sistem pondasi cakar ayam. Menara tersebut sanggup diselesaikan sempurna pada waktunya, dan tetap kokoh berdiri di kawasan Ancol yang kini sudah menjadi ka wasan industri. Bagi kawasan yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu laba lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainase dan sambungan kembang susut.


Asal mula konstruksi pondasi cakar ayam yaitu Prof Dr Ir Sedijatmo tahun  Konstruksi pondasi cakar ayam


Struktur pondasi Cakar Ayam


Pondasi cakar ayam terdiri dari plat beton bertulang yang relatif tipis yang didukung oleh buis-buis beton bertulang yang dipasang vertikal dan disatukan secara monolit dengan plat beton pada jarak 200-250 cm. Tebal pelat beton berkisar antara 10-20 cm, sedang pipa-buis beton bertulang berdiameter 120 cm, tebal 8 cm dan panjang berkisar 150-250 cm. Buis-buis beton ini gunanya untuk pengaku pelat. Dalam mendukung beban bangunan, pelat buis beton dan tanah yang terkurung di dalam pondasi bekerjasama, sehingga membuat suatu siatem komposit yang di dalam cara bekerjanya secara keseluruhan akan identik dengan pondasi rakit ralft foundation.


 


Mekanisme sistem podasi cakar alam dalam memikul beban dari hasil pengamatan yakni sebagai berikut: Bila diatas pelat bekerja beban titik, maka beban tersebut membuat pelat melendut. Lendutan ini menjadikan buis-buis cakar ayam berotasi. Hasil pengamatan pada model mengatakan riotasi cakar terbesar yakni pada cakar yang terletak di erat beban. Rotasi cakar memobilisasi tekanan tanah lateral di belakang cakar-ayam dan merupakan momen yang melawan lendutan pelat. Dengan demikian, cara mengurangi lendutan pelat, semakin besar momen lawan cakar untuk melawan lendutan maka semakin besar reduksi lendutan. Momen lawan cakar dipengaruhi oleh dimensi cakar dan kondisi kepadatan (kuat geser) tanah disekitar cakar,yaitu semakin panjang (dan juga lebar) cakar, maka semakin besar momen lawan terhadap lendutan pelat yang sanggup diperoleh.


 


Banyak bangunan yang telah memakai sistem yang di ciptakan oleh Prof Sedijatmo ini, antara lain: ratusan menara PLN tegangan tinggi, hangar pesawat terbang dengan bentangan 64 m di Jakarta dan Surabaya, antara runway dan taxi way serta apron di Bandara Sukarno-Hatta Jakarta, jalan jalan masuk Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di Surabaya, bak renang dan tribune di Samarinda, dan ratusan bangunan gedung bertingkat di banyak sekali kota.


 


Sistem pondasi cakar ayam ini telah pula dikenal di banyak negara, bahkan telah menerima ratifikasi paten internasional di 11 negara, yaitu: Indonesia, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark.



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon