Kamis, 13 Desember 2018

Tugas Surveyor Pengukuran Pada Proyek Gedung

Surveyor atau disebut juga sebagai uitzet memiliki bermacam kiprah dalam pembangunan proyek gedung, secara umum pekerjaan surveyor bekerjasama dengan pengukuran bangunan. kiprah ini sanggup dikatakan sebagai kunci pembuka dalam pelaksanaan proyek sebab aplikasi gambar planning ke dalam dunia konkret akan sangat tergantung pada keahlian uitzet dalam menerjemahkan bentuk dan ukuran gambar kedalam pelaksanaan konstruksi bangunan. disini kita bahas kiprah surveyor dari awal hingga tamat proyek gedung.


 


Ilmu surveyor


Untuk sanggup melaksanakan pekerjaan pengukuran dengan baik diharapkan beberapa ilmu yang sanggup dipelajari dibangku sekolah menengah kejuruan Sekolah Menengah kejuruan bangunan, kuliah teknik sipil maupun membaca blog ilmusipil.com 🙂 media menyebarkan ilmu teknik sipil dan arsitektur. berikut ini ilmu yang perlu dipelajari oleh uitzet.



  • Ilmu ukur tanah.

  • Teknik gambar bangunan.

  • Pengoperasian alat ukur ibarat waterpass, teodolit, dll.

  • Metode pelaksanaan bangunan.

  • Ilmu matematika.


 


Tugas surveyor pada proyek gedung



  1. Menentukan titik-titik batas araea proyek, ini diharapkan untuk pembuatan alur pagar proyek dan penentuan koordinat gedung.

  2. Membaca gambar dengan melihat bentuk dan ukuran bangunan untuk diaplikasikan dilapangan.

  3. Menentukan elevasi kedalaman galian pondasi dan lantai basement, kesalahan dalam penentuan elevasi ini sanggup menjadikan pemborosan pekerjaan urugan dan galian tanah.

  4. Menentukan as bangunan untuk mencari lokasi titik tiang pancang dan pile cap.

  5. Memantau kedataran cor beton pada pekerjaan lantai basement atau plat lantai diatasnya.

  6. Marking atau memilih as kolom gedung, pada pekerjaan ini memakai istilah sumbangan as 1 m untuk mengecek apakah pembesian dan bekisting kolom sudah terletak pada posisi yang benar.

  7. Pengecekan ketegakan kolom dengan memakai waterpass atau benang ukur yang diberi bandul.

  8. Menghitung ketinggian elevasi cor kolom beton supaya pas untuk menaruh balok dan plat lantai, kesalahan dalam pekerjaan ini sanggup menjadikan adanya bobok beton atau cor ulang untuk menambah ketinggia kolom.

  9. Pengecekan kedataran elevasi balok lantai supaya sesuai dengan gambar rencana.

  10. Marking perletakan stek besi tulangan struktur diatasnya.

  11. Marking perletakan void dan lobang lift gedung supaya berada sempurna pada posisi rencana.

  12. Membuat as elevasi bangunan tiap lantai, dibentuk dengan cara menciptakan garis sumbangan dengan ketinggian 1 m dari lantai gedung.

  13. Membuat dan Mengukur penurunan gedung setiap hari atau seminggu sekali untuk mengetahui apakah posisi gedung yang sudah dibangun berada pada kondisi aman.

  14. Marking posisi pekerjaan arsitektur ibarat pemasangan dinding watu bata, pemasangan kepalaan keramik, penentuan posisi titik lampu, penentuan posisi sanitair toilet dll.


 


Begitulah kurang lebih kiprah surveyor pada pengukuran proyek gedung yang pada kondisi tertentu sanggup berkurang atau ada perhiasan kewajiban sesuai kondisi dan situasi proyek, selamat bekerja pada seluruh surveyor yang ada diseluruh proyek gedung atau infrastruktur di Indonesia 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon