Selasa, 25 Desember 2018

Mengenal Ilahi Dengan Ilmu Tukang Bangunan

Apa arti kehidupan? sebuah pertanyaan sederhana yang terkadang waktu seumur hidup tidak cukup untuk menemukan jawabanya. bermacam cara pandang dan pengalaman mungkin menjadi penyebab adanya fatwa yang berbeda-beda, hal ini sah-sah saja alasannya ialah insan ialah makhluk hidup cerdik yang selalu mempunyai kesempatan untuk mencar ilmu dimulai semenjak lahir hingga masuk ke liang kubur, namun yang menjadi problem ialah bagaimana jikalau diakhir waktu hidup tersebut kita belum menemukan jawaban yang sempurna sehingga menjadikan permasalahan jikalau harus mempertanggung jawabkan segala aktifitas hidup di alam kehidupan selanjutnya. nah.. disini mari kita sama-sama mencar ilmu dan menyebarkan pengalaman dengan satu topik inti dari kehidupan yaitu bagaimana cara mengenal yang kuasa dengan ilmu tukang bangunan?


 


Aktifitas dan fatwa tukang bangunan


Membangun atau mewujudkan suatu bentuk benda yang sebelumnya tidak ada menjadi ada merupakan aktifitas rutin keseharian tukang, jikalau kita mau meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan apa sebetulnya diam-diam dibalik insiden yang selalu berulang tersebut? mungkin sebagai tukang kita tidak terima jikalau dikatakan bahwa bangunan yang megah tersebut muncul dengan sendirinya tanpa jasa kerja tukang bangunan, nah.. bagaimana dengan alam semesta ini yang begitu canggih tentu ada yang membangunya yaitu Tuhan yang maha pencipta.


 


Setelah menuntaskan pekerjaan pembangunan maka sebagai tukang bangunan kita berharap untuk diberikan upah sebagai bayaran yang setimpal sebagai pengganti tetesan keringat sehari bekerja, kemudian bagaimana dengan tamat kehidupan kita nanti? apakah kita tidak menuntut upah untuk semua pekerjaan yang dilakukan seumur hidup? kepada siapa hendak meminta? nah.. disini tentu ada sosok yang maha pemberi siapa lagi kalau bukan Tuhan yang mempunyai hari pembalasan.


 


Bekerja sebagai tukang bangunan terkadang harus melaksanakan perantauan untuk mendapat pekerjaan proyek dengan impian sanggup memperoleh hasil yang cukup untuk dibawa kembali ke kampung halaman dan menikmatinya dalam kebahagiaan, nah.. jikalau di kehidupan dunia ini kita sedang merantau dalam waktu seumur hidup dan secara sadar atau tidak sadar sebetulnya kita sedang mengumpulkan bekal meskipun terkadang caranya belum benar, sebuah impian besar yaitu saat mudik dari perantauan hidup didunia sanggup membawa buah tangan banyak sehingga sanggup hidup bahagia, pertanyaanya ialah dari mana kita berasal dan akan kembali kemana? Tuhan yang maha pencipta ialah kawasan kita berasal dan kepadanyalah kita akan kembali.


 


Sebuah item pekerjaan contohnya pemasangan kerikil bata, bagaimana jikalau ada dua tukang yang berkeinginan untuk memasang satu buah kerikil bata utuh? mungkin ada kontradiksi dalam memilih letak pemasangan dan cara memasangnya. nah.. bagaimana dengan alam semesta ini apakah tidak terjadi kontradiksi dalam mengelola apabila ada banyak Tuhan, disini sanggup kita ketahui bahwa seharusnya hanya ada satu Tuhan yang maha Esa saja.


 


dan masih banyak lagi aktifitas proyek yang sanggup kita jadikan sebagai bekal untuk mengenal Tuhan dengan ilmu tukang bangunan, alasannya ialah intinya semua aktifitas dan ilmu yang ada di dunia ini bukan terjadi begitu saja tanpa tujuan apapun, oleh alasannya ialah itu mari kita sama-sama mencar ilmu dan bahas disini untuk memperoleh kebahagiaan infinit 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon