Senin, 10 Desember 2018

Malam Hari Masih Di Proyek Bangunan

Bekerja di proyek bangunan terkadang ada yang berada pada posisi tidak mengenal waktu contohnya malam hari masih diproyek dan bahkan ada yang sebulan atau setahun sekali gres pulang ke rumah 🙂 . Lebih parah lagi  yang berada diperantauan alasannya bekerja pada perusahaan kontraktor skala nasional, Kontraktor besar seringkali menunjukkan persayaratan khusus pada ketika seleksi lowongan kerja yaitu “Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia” maka untuk yang berada pada posisi ini jikalau masih mau bekerja diperusahaan tersebut maka harus menentukan diantara dua pilihan yaitu jauh dari keluarga atau memboyong keluarga untuk tinggal didekat lokasi proyek selama proses pembangunan berlangsung.


 


Kembali pada duduk kasus waktu yang menciptakan suatu kondisi berada di proyek malam hari yaitu suatu hal biasa sedangkan pulang ke rumah pada jam tersebut dinyatakan telah membolos kerja. hal ini mungkin telah menjadi budaya bagi sebagian perusahaan kontraktor di Indonesia dengan satu alasan ingin menunjukkan layanan terbaik kepada owner atau pemilik bangunan untuk bisa mengerjakan pelaksanaan pembangunan dalam waktu cepat dengan hasil bagus. nah.. jikalau kita lihat permasalahan awal yang menjadikan waktu seumur hidup ini dihabiskan diproyek yaitu harapan untuk melakukan pekerjaan dalam waktu yang cepat.


Bekerja di proyek bangunan terkadang ada yang berada pada posisi tidak mengenal waktu misa Malam hari masih di proyek bangunan


 


Jika kita lihat perkembangan teknologi konstruksi bangunan ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap penghematan waktu contohnya pekerjaan galian tanah yang sebelumnya dilakukan memakai cangkul harus diselesaikan dalam waktu berbulan-bulan, kini sudah sanggup dikerjakan memakai alat berat excavator dalam waktu satu hari saja. Contoh lain yaitu pembuatan gambar pelaksanaan yang sebelumnya dilakukan secara manual membutuhkan waktu dan tenaga banyak sudah tidak berlaku lagi sehabis adanya agenda komputer dengan software arsitektur ibarat Autocad.


 


Disini sanggup kita simpulkan bahwa yang perlu dibenahi bergotong-royong bukan pada pemaksimalam waktu untuk berada diproyek, namun bagaimana caranya menyebarkan teknologi yang sanggup mempercepat dan memudahkan pembangunan bahkan kalau bisa proses pekerjaan dilakukan jarak jauh tanpa mengenal ruang dan waktu, contohnya di cina telah berhasil membangun gedung 30 lantai dalam waktu 15 hari saja, ini sanggup dilihat pada artikel sebelumnya. dan biar tidak ada lagi dongeng malam hari masih di proyek bangunan maka dibutuhkan generasi masa depan sebagai pemikir untuk menemukan hal-hal yang sanggup memudahkan aktifitas kehidupan, silahkan berkarya dan mununjukan kemampuan masing-masing 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon