Kamis, 20 Desember 2018

Kapan Hari Libur Pekerja Bangunan?

Tidak masuk kerja di tanggal merah atau hari ahad berarti membolos alasannya bekerja di dunia proyek konstruksi tak mengenal hari libur, sebuah kalimat singkat namun inilah yang banyak menimpa pekerja proyek. meskipun pemerintah Indonesia khususnya departemen tenaga kerja menetapkan jumlah jam kerja dalam satu hari maksimal 8 jam dan libur pada hari minggu, sehingga bekerja  lebih dari itu dianggap sebagai lembur dengan masih mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan kelelahan pekerja proyek. Namun dalam prakteknya seringkali pengusaha kontraktor dari mulai BUMN hingga SWASTA memakai sistem hari kalender dalam menciptakan komitmen kontrak kerja konstruksi sehingga mau tidak mau pekerja proyek yang bernaung didalamnya harus mengikuti peraturan dengan bekerja sesuai hari kalender tanpa libur selama waktu 24 jam. Dalam situasi menyerupai ini maka muncul sebuah pertanyaan besar yaitu kapan hari libur pekerja bangunan? untuk duduk kasus yang satu ini masing-masing langsung memiliki pengalaman dan tanggapan tersendiri dalan menyikapi situasi yang ada, jadi mari kita bahas disini.


Semua tanggal di kalender ialah HITAM meskipun tertulis MERAH


 


Kapan hari libur pekerja bangunan?


Untuk menjawabnya kita sanggup mengelompokan menurut posisi jabatan kerja dalam sebuah organisai proyek sebagai berikut:



  1. Bagi pemilik perusahaan kontrakor memiliki kebebasan dalam memilih waktu libur diri sendiri dengan syarat perjuangan tetap berjalan lancar dan menghasilkan laba besar, namun alasannya tidak ada atasan yang menegur jadi diperlukan  pengendalian perilaku disiplin kerja biar tetap sanggup mengelola perusahaan.

  2. Bagi manajer proyek yang diberikan kepercayaan oleh kontraktor untuk menuntaskan pembangunan sanggup memilih hari libur sesuai keahlian ilmu manajemenya. Seorang manajer proyek yang berjiwa pemimpin akan lebih banyak memiliki waktu senggang alasannya aktifitas pekerjaan sanggup dilaksanaan bawahan tanpa kewajiban manajer untuk tiba melaksanakan pengawasan. sedangkan manajer proyek yang bukan pemimpin harus selalu tiba ke proyek biar semua bawahan pekerja proyek mau bekerja dengan ulet dengan banyak sekali macam tekanan 🙁

  3. Bagi staff proyek menyerupai bab teknik atau pelaksana lapangan tergantung bagaimana mengelola waktu dan tipe atasanya.

  4. Bagi satpam proyek yang bertugas menjaga keamanan, tergantung bagaimana cara mengatur sip kerja, contohnya bergantian sehari masuk sehari libur.

  5. Bagi tukang bangunan ternyata memiliki kebebasan waktu yang luas alasannya tidak terikat secara aturan sebagai karyawan sebuah perusahaan, namun seringkali terdorong pemenuhan ekonomi sehingga terpaksa kerja lembur.


 


Dan masih banyak lagi situasi dan kondisi yang sanggup mempengaruhi kapan hari libur pekerja bangunan? sebuah tips sakti bagi pekerja yang dipaksa untuk bekerja dalam waktu melebihi aturan jam kerja pemerintah indonesia namun sanggup dipastikan akan sangat sulit untuk dipenuhi oleh perusahaan mengingat resiko terlalu besar bagi pengusaha, begini : mintalah lembar ketidakhadiran jam berangkat dan pulang kerja serta tanggal masuk kepada perusahaan lengkap dengan stempel dan tanda tangan administrasi SDM. nah.. jadikan itu sebagai bukti untuk melaksanakan tuntutan ke Depnaker yang  kalau berhasil maka pihak pemerintah akan  mewajibkan perusahaan untuk membayar denda pelanggaran jam kerja sehingga pekerja bangunan sanggup mendapat bayaran ganda 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon