Jumat, 07 Desember 2018

Cara Menyimpan Uang Di Bidang Investasi Properti

Menyimpan uang di Bank merupakan langkah bakir namun lebih cerdas jikalau memutarnya dibidang investasi properti untuk mendapat laba lebih. Harga properti yang terus naik menyebabkan kelebihan tersendiri sehingga menarik investor untuk terjun ke dunia ini. Berikut ini beberapa uraian  yang mungkin terkait dengan proses bisnis investasi properti ini.


 


Kekurangan menyimpan uang dibidang properti



  1. Terkadang tidak sanggup di uangkan secara eksklusif untuk memenuhi kebutuhan, hal ini berbeda dengan uang tunai yang sanggup dibentuk transaksi secara cepat.

  2. Terdapat resiko kerusakan bangunan menyerupai bertambah tuanya umur bangunan atau terjadi peristiwa alam.

  3. Barang simpanan berupa properti terletak disuatu daerah yang tetap sehingga tidak sanggup diakses eksklusif dari manapun.

  4. Perlu ketelitian dalam mengecek kebenaran surat-surat akta properti, umtuk mengatasinya sanggup berhubungan dengan notaris.


 


Kelebihan menyimpan uang dibidang properti



  1. Lebih kondusif terhadap inflasi atau penurunan nilai mata uang, contohnya jikalau pada tahun 1990 harga beras per kg Rp.600,00 kemudian ditahun 2012 harga beras satu kg yaitu Rp.7000,00. sanggup dibayangkan bagaimana nasib yang menyimpan dalam bentuk uang tunai ditahun kemudian untuk dipakai sepuluh atau beberapa tahun kemudian.

  2. Harga properti cenderung naik apalagi jikalau terletak dilokasi strategis atau di kota besar yang banyak menarik pembeli sehingga selain uang tersimpan dengan kondusif juga ada bonus hasil investasi.

  3. Barang berupa propeti terlihat terang dan sanggup dipantau setiap saat, pengurusanya sanggup dikerjakan kepada orang lain.

  4. Properti sanggup disewakan dalam waktu harian, per bulan atau sistem tahunan sehingga sanggup menjadi sumber penghasilan tetap bagi pemiliknya.

  5. Harga jual properti sanggup ditingkatkan dengan modal sedikit caranya dengan melaksanakan renovasi bentuk arsitektur atau melaksanakan pengecatan ulang semoga menarik pembeli dengan nilai jual tinggi.

  6. Dapat dijadikan agunan untuk meminjam uang di bank.

  7. Tidak perlu memiliki uang senilai harga jual properti untuk membeli, contohnya melaksanakan pembelian dengan sistem KPR yang hanya perlu menyiapkan uang sebesar 20% dari harga beli kemudian sisanya diangsung sesuai jangka waktu dan besar angsuran yang telah disepakati pemebeli dan pihak Bank.


 


Cara investasi dibidang properti



  1. Membangun atau membeli rumah kos untuk disewakan sehingga sanggup menjadi sumber penghasilan rutin.

  2. Membangun Mal atau sentra perbelanjaan untuk mendapat hasil sewa kios dan laba dari transaksi jual beli kegiatan  perdagangan.

  3. Membeli rumah di perumahan pada lokasi strategis dan kondusif terhadap peristiwa menyerupai banjir sehingga grafik perkembangan harganya naik, hal ini memiliki nilai laba investasi lebih tinggi dari pada menyimpan uang di BANK.

  4. Menjadi developer perumahan untuk mendapat laba dari bisnis properti.

  5. Membangun hotel atau apartemen untuk disewakan.

  6. Membeli tanah untuk ditingkatkan nilainya dengan membangun rumah diatasnya sehingga mendapat nilai harga jual kembali yang lebih besar.

  7. Menjadi kontraktor bangunan yang mengatakan jasa pelaksanaan pembangunan.


 


Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan cara menyimpan uang dibidang bisnis investasi properti, dilihat dari resiko serta kelebihanya, semoga bermanfaat 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon