Kamis, 20 Desember 2018

Cara Menghitung Kebutuhan Pasir Dan Semen

Pekerjaan bangunan dengan konstruksi beton bertulang membutuhkan material pasir dan semen sebagai materi utama, selain itu pekerjaan pasangan dinding kerikil bata juga memerlukan kedua buah material ini. Semen berfungsi sebagai materi pengikat pasir sehingga tercipta adukan beton yang sanggup mengeras menjadi batu, semen yang sudah dicampur air sanggup melekatkan materi bangunan disekitarnya. Disini kita akan menjelaskan sebuah tutorial sederhana perihal cara menghitung kebutuhan pasir dan semen biar bermanfaat bagi yang sedang memikirkan berapa jumlah material yang harus dibeli dalam melaksanakan pembangunan 🙂


 


Disini kita buat perhitungan pada salah satu pekerjaan bangunan yang sering dilaksanakan yaitu pasangan dinding kerikil bata. Untuk sanggup menghitung kebutuhan pasir dan semen kita perlukan data luas pasangan kerikil bata dan koefisien analisa harga satuan yang cara mencarinya sudah kita bahas pada artikel sebelumnya berjudul “Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan“, Misalnya kita buat pola menyerupai ini



  • Pemasangan dinding kerikil bata 6 m x 3 m maka luasnya yaitu 6 x 3 = 18 m2

  • Kita cari data analisa harga satuan pekerjaan pasangan kerikil bata per m2


Analisa kebutuhan materi pada pasangan dinding kerikil bata dengan perbandingan adukan 1 semen : 5 pasir dalam 1 m2


SNI 6897:2008 No.6.10 : Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5 x 11 x 22) cm tebal ½ bata, adonan spesi 1 PC : 5 PP



  • 9,68 kg semen

  • 0,045 m3 pasir pasang

  • 70 bh kerikil bata


Data koefisien analisa harga satuan pekerjaan lainya sanggup dilihat di website AnalisaHarga.com


Data diatas hanya sebagai pola yang nilai koefisienya sanggup berbeda-beda sesuai standar perhitungan yang dipakai menyerupai SNI atau RAB diam-diam masing-masing perusahaan.


 


Cara menghitung kebutuhan pasir


Pekerjaan bangunan dengan konstruksi beton bertulang membutuhkan material pasir dan semen  Cara menghitung kebutuhan pasir dan semen


Dari data analisa harga satuan diatas sanggup kita ketahui bahwa untuk melaksanakan pasangan kerikil bata seluas 1 m2 membutuhkan pasir sebanyak  0,05 m3 per m2, pasangan kerikil bata yang kita kerjakan seluas 18m2.


Jadi total kebutuhan pasir  = 0,045 m3/m2 x 18 m2 = 0,81 m3


Jika kita hendak membeli ke toko bangunan dalam satuan truck colt kapasitas 1 m3 maka sanggup kita hitung jumlah pasir yang harus dibeli yaitu 0,81 m3 : 1 m3 = 0,81 truck colt


Jadi kebutuhan pasir yaitu 0,81 m3 atau 0,81 truck colt, Nah.. menurut perhitungan tersebut maka kita sanggup membeli pasir sebanyak satu Colt.


 


Cara menghitung kebutuhan semen


Pekerjaan bangunan dengan konstruksi beton bertulang membutuhkan material pasir dan semen  Cara menghitung kebutuhan pasir dan semen


Pada Prinsipnya cara perhitungan sama dengan waktu mencari jumlah pasir yaitu koefisien analisa harga satuan semen pada pasangan dinding kerikil bata per m2 dikalikan volume luas dinding yang akan dipasang yaitu


Kebutuhan semen = 9,68 kg /m2  x 18 m2 = 174,24 kg


Jadi kebutuhan semen dalam satuan zak jikalau isi per kantong 50 kg maka diperlukan 174,24 kg : 50kg = 3,4848 zak.


 


Jadi untuk sanggup menghitung kebutuhan pasir dan semen diperlukan dua data penting yaitu koefisien analisa harga satuan dan volume pekerjaan, kecuali jikalau sudah memiliki pengalaman berulang-ulang sehingga sanggup memperkirakan dilapangan contohnya untuk memasang kerikil bata seluas sekian biasanya membutuhkan sekian zak semen, namun untuk laporan tertulis tetap lebih teliti jikalau memakai koefisien analisa harga satuan bangunan untuk mencari kebutuhan material.


 


Begitulah kurang lebih cara menghitung kebutuhan pasir dan semen memakai koefisien analisa harga satuan, begitu juga dengan kebutuhan kerikil bata eksklusif sanggup dicari dengan mengalikan 70 bh/m2 x 18 m2 = 1260 bh. cara lain yang banyak dipakai oleh pemborong yaitu menurut pengalaman dalam mengerjakan suatu pekerjaan, pengalaman melaksanaan pekerjaan ini akan lebih sempurna jikalau dijadikan sebagai aliran dalam menciptakan analisa harga satuan, analisa ini biasanya menjadi diam-diam masing-masing kontraktor dalam memilih harga borongan sehingga sanggup dikatakan sebagai kunci daya saing pemborong 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon