Selasa, 25 Desember 2018

Apa Itu Data Center Dan Bagaimana Cara Kerjanya?


Data center adalah akomodasi fisik yang dipakai perusahaan untuk menampung aplikasi dan isu penting bisnis mereka, sehingga dikala mereka berevolusi, penting untuk memikirkan jangka panjang wacana cara mempertahankan keandalan dan keamanannya.






Data Center ADalah Teknologi “BIG Data”





 akomodasi fisik yang dipakai perusahaan untuk menampung aplikasi dan isu penting  Apa Itu Data Center dan Bagaimana Cara Kerjanya?




Komponen Data Center





Data center sering disebut sebagai hal tunggal, tetapi dalam kenyataannya mereka terdiri dari sejumlah elemen teknis menyerupai router, sakelar, perangkat keamanan, sistem penyimpanan, server, pengontrol pengiriman aplikasi, dan banyak lagi. Ini ialah sistem komponen IT yang perlu untuk disimpan dan dikelola yang paling penting dari semua itu untuk operasi perusahaan yang berkelanjutan. Karena itu, keandalan, efisiensi, keamanan, dan evolusi konstan dari data center biasanya menjadi prioritas utama.





Infrastruktur Data Center





Selain peralatan teknis, data center ialah juga memerlukan sejumlah
fasilitas infrastruktur untuk menjaga perangkat keras dan lunak tetap berjalan. Ini termasuk subsistem daya, catu daya tak terputus (UPS), sistem ventilasi dan pendingin, generator cadangan dan pemasangan kabel untuk terhubung ke operator jaringan eksternal.





Arsitektur sentra data





Setiap perusahaan dengan ukuran signifikan kemungkinan mempunyai beberapa data center yang mungkin di beberapa wilayah. Hal ini memperlihatkan fleksibilitas kepada organisasi dalam cara mereka mencadangkan isu dan melindungi dari musibah dan buatan insan menyerupai banjir, badai, dan bahaya t3r0ris. Bagaimana data center dirancang sanggup menjadi beberapa keputusan yang paling sulit alasannya ialah ada pilihan yang hampir tidak terbatas. Beberapa pertimbangan utama adalah:





  • Apakah bisnis memerlukan data center ?
  • Berapa banyak keragaman geografis yang diperlukan?
  • Berapa waktu yang diharapkan untuk pulih dalam kasus pemadaman?
  • Berapa banyak ruang yang dibutuhkan untuk ekspansi?
  • Haruskah Anda menyewa data center private atau memakai layanan co-location / dikelola?
  • Apa persyaratan bandwidth dan dayanya?
  • Apakah ada operator pilihan?
  • Jenis keamanan fisik apa yang diperlukan?




Jawaban atas pertanyaan ini sanggup membantu memilih berapa banyak data center yang akan dibangun dan di mana. Sebagai contoh, sebuah perusahaan jasa keuangan di Jakarta kemungkinan membutuhkan operasi yang berkelanjutan alasannya ialah pemadaman apa pun sanggup menelan biaya jutaan. Perusahaan kemungkinan akan menetapkan untuk membangun dua data center dalam jarak dekat, menyerupai Tangerang dan Bekasi, yang merupakan cadangan satu sama lain. Seluruh data center ialah kemudian sanggup ditutup tanpa kehilangan operasi alasannya ialah seluruh perusahaan hanya sanggup menjalankan salah satu dari mereka.





Namun, perusahaan layanan profesional kecil mungkin tidak memerlukan kanal cepat ke isu dan sanggup mempunyai data center primer di kantor mereka dan mendukung isu tersebut ke situs backup di seluruh negara setiap malam. Dalam hal terjadi pemadaman, itu akan memulai proses untuk memulihkan isu tetapi tidak akan mempunyai urgensi yang sama dengan bisnis yang bergantung pada data waktu faktual untuk keunggulan kompetitif.





Sementara data center ialah sering dikaitkan dengan perusahaan dan penyedia cloud skala web, bekerjsama perusahaan mana pun sanggup mempunyai data center. Untuk beberapa UKM, data center bisa menjadi ruang yang terletak di ruang kantor mereka.





Standar Data Center





Untuk membantu para tim IT memahami jenis infrastruktur apa yang akan digunakan, pada 2005, American National Standards Institute (ANSI) dan Telecommunications Industry Association (TIA) menerbitkan standar untuk data center, yang menetapkan empat tingkatan diskrit dengan ajaran desain dan implementasi. Data center tingkat satu pada dasarnya ialah ruang server yang dimodifikasi, kawasan data center tingkat empat mempunyai tingkat keandalan dan keamanan sistem tertinggi. Deskripsi lengkap dari masing-masing data center sanggup ditemukan di sini ( https://www.tiaonline.org/tag/data-centers/ ) di situs web tiaonline.org.





Teknologi Masa Depan Data Center





Seperti halnya dengan semua hal teknologi, data center dikala ini sedang mengalami transisi yang signifikan, dan data center masa depan akan terlihat sangat berbeda dari yang paling dikenal oleh organisasi dikala ini.





Bisnis menjadi semakin dinamis dan terdistribusi, yang berarti teknologi yang mendukung data center harus gesit dan sanggup dikembangkan. Sebagai virtualisasi server telah meningkat dalam popularitas, jumlah kemudian lintas bergerak secara lateral di seluruh data center (Timur-Barat) telah mengerdilkan kemudian lintas klien-server tradisional, yang bergerak masuk dan keluar (Utara-Selatan).





Ini bermain malapetaka dengan manajer data center ialah alasannya ialah mereka berusaha untuk memenuhi tuntutan kala IT ini.





Berikut ialah teknologi utama yang akan membuat data center berevolusi dari lingkungan yang statis dan kaku yang membuat perusahaan kembali ke akomodasi cair yang gesit yang bisa memenuhi tuntutan perusahaan digital.





Cloud Publik





Secara historis, bisnis mempunyai pilihan untuk membangun data center mereka sendiri, memakai vendor hosting atau kawan layanan terkelola. Ini menggeser kepemilikan dan ekonomi menjalankan data center, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk membuatkan dan mengelola teknologi masih tetap panjang. Munculnya Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS) dari penyedia cloud menyerupai Amazon Web Services dan Microsoft Azure memberi bisnis pilihan di mana mereka sanggup menyediakan data center virtual di cloud hanya dengan beberapa klik mouse. Data Penelitian ZK memperlihatkan bahwa lebih dari 80% perusahaan merencanakan lingkungan hybrid, yang berarti bergabungnya penggunaan data center ialah private dan cloud publik.





Software-defined networking (SDN)





Bisnis digital hanya bisa gesit sebagai komponen yang paling gesit. dan itu sering jaringan. SDN sanggup membawa tingkat dinamisme yang belum pernah dialami sebelumnya.





Infrastruktur Hyperconverged (HCI)





Salah satu tantangan operasional dari data center ialah harus menggabungkan kombinasi server, penyimpanan, dan jaringan yang sempurna untuk mendukung aplikasi yang menuntut. Kemudian, sesudah infrastruktur dikerahkan, operasi IT perlu mencari cara untuk meningkatkan dengan cepat tanpa mengganggu aplikasi. HCI menyederhanakan bahwa dengan menyediakan alat yang gampang digunakan, menurut perangkat keras komoditas yang sanggup ditingkatkan dengan menambahkan lebih banyak node ke dalam penyebaran. Kasing penggunaan awal untuk HCI berputar di sekitar virtualisasi desktop tetapi baru-baru ini diperluas ke aplikasi bisnis lain menyerupai komunikasi terpadu dan basis data.





Kontainer





Pengembangan aplikasi sering diperlambat oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk penyediaan infrastruktur yang dijalankannya. Ini secara signifikan sanggup menghambat kemampuan organisasi untuk pindah ke model DevOps. Kontainer ialah metode virtualisasi seluruh waktu run time yang memungkinkan pengembang untuk menjalankan aplikasi dan dependensinya dalam sistem mandiri. Kontainer sangat ringan dan sanggup dibentuk dan dihancurkan dengan cepat sehingga sangat ideal untuk menguji bagaimana aplikasi berjalan dalam kondisi tertentu.





Mikrosegmentasi





Data center tradisional mempunyai semua teknologi keamanan pada intinya, sehingga ketika kemudian lintas bergerak ke arah Utara-Selatan, ia melewati alat keamanan dan melindungi bisnis. Munculnya kemudian lintas Timur-Barat berarti kemudian lintas memotong firewall, sistem pencegahan intrusi dan sistem keamanan lainnya dan memungkinkan malware menyebar dengan sangat cepat. Microsegmentation ialah metode membuat zona kondusif di data center di mana sumber daya sanggup diisolasi satu sama lain sehingga bila pelanggaran terjadi, kerusakan diminimalkan. Microsegmentation biasanya dilakukan dalam perangkat lunak, membuatnya sangat gesit.





Non-volatile memory express (NVMe)





Semuanya lebih cepat di dunia yang semakin digital, dan itu berarti data harus bergerak lebih cepat. Protokol penyimpanan tradisional menyerupai antarmuka sistem komputer kecil (SCSI) dan Advanced Technology Attachment (ATA) telah ada selama beberapa dekade dan mencapai batasnya. NVMe ialah protokol penyimpanan yang dirancang untuk mempercepat transfer isu antara sistem dan solid state drive (SSD) yang sangat meningkatkan kecepatan transfer data.







Komputasi GPU ( Graphics processing units )





Central processing unit (CPUs) telah mendukung infrastruktur data center selama beberapa dekade tetapi Hukum Moore semakin terbatas secara fisik. Selain itu, beban kerja gres menyerupai analitik, machine elearning, dan IoT mendorong perlunya model komputasi jenis gres yang melebihi apa yang sanggup dilakukan CPU. GPU, yang dulu hanya dipakai untuk gim, beroperasi secara mendasar berbeda alasannya ialah mereka bisa memproses banyak utas secara paralel menjadikannya ideal untuk data center di masa mendatang yang tidak terlalu jauh.





Data center ialah selalu penting untuk keberhasilan bisnis dari hampir semua ukuran, dan itu tidak akan berubah. Namun, sejumlah cara untuk membuatkan data center dan teknologi yang memungkinkan sedang mengalami perubahan radikal. Untuk membantu membangun peta jalan ke data center masa depan, ingatlah bahwa dunia menjadi semakin dinamis dan terdistribusi. Teknologi yang mempercepat pergeseran itu ialah yang akan dibutuhkan di masa depan. Mereka yang mustahil akan bertahan untuk sementara waktu tetapi akan semakin kurang penting.





Untuk di Indonesia sesuai isu yang terdata di Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO)saat ini ada 7 penyedia data center ialah sebagai berikut:





  • DCI (PT DCI Indonesia)
  • Elitery (PT Data Sinergitama Jaya)
  • GTN (PT Graha Teknologi Nusantara)
  • Nexcenter (PT NTT Indonesia Nexcenter)
  • Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Universitas Indonesia
  • Telkomsigma (PT Sigma Cipta Caraka)
  • XL Axiata (PT XL Axiata, Tbk)



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-7299050187086935"
data-ad-slot="9246286780"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">


Sumber https://www.teknoiot.com


EmoticonEmoticon