Rabu, 17 Oktober 2018

Tujuan Berguru - Berguru Dan Pembelajaran

Belajar pada hakekatnya merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dalam rangka perubahan  Tujuan Belajar - Belajar dan PembelajaranBelajar pada hakekatnya merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dalam rangka perubahan sikap akseptor didik secara konstruktif. Hal ini sejalan dengan Undarg-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan, pendidikan yaitu perjuangan sadar dan terpola untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran semoga akseptor didik secara aktif membuatkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan watak mulia, serta keterampilan yang diharapkan dirinya, masyarakat bangsa, dan negara.

Perubahan sikap dalam berguru meliputi seluruh aspek pribadi akseptor didik, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang merupakan aspek yang menjadi tujuan berguru sebagaimana dikemukakan Bloom dkk. yang dikutip Harjanto (1997) sebagai berikut.

Indikator Aspek Kognitif
Aspek Kognitif yaitu ranah yang meliputi kegiatan mental (otak) yang didalamnya terdapat pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, dan penghargaan atau penilaian/evaluasi. Aspek kognitif mengacu pada kemampuan berpikir yang lebih sederhana hingga pada kemampuan memecahkan masalah. Indikator aspek kognitif mencakup:
  1. Ingatan atau pengetahuan (knowledge), yaitu kemampuan mengingat materi yang telah dipelajari.
  2. Pemahaman (comprehension), yaitu kemampuan menangkap pengertian, menterjemahkan, dan menafsirkan.
  3. Penerapan (application), yaitu kemampuan memakai materi yang telah dipelajari dalam situasi gres dan nyata.
  4. Analisis (analisys), yaitu kemampuan menguraikan, mengidentifikasi dan mempersatukan bab yang terpisah, menghuhungkan antarbagian guna membangun suatu keseluruhan.
  5. Sintesis (synthesis),yaitu kemampuan menyimpulkan, mempersatukan bab yang terpisah guna membangun suatu keseluruhan, dan sebagainya.
  6. Penilaian (evaluation), yaitu kemmpuan mengkaji nilai atau harga sesuatu, ibarat pernyataan atau aporan penelitian yang didasarkan suatu kriteria.
Indikator Aspek Afektif
Afektif yaitu ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai yang didalamnya terdapat watak atau sikap ibarat perasaan, minat, sikap, emosi dan nilai. Ranah afektif meliputi hal ibarat mendapatkan dan memperhatikan, menanggapi, mengatur, dan/atau mengorganisasikan. Indikator aspek afektif mencakup:
  1. Penerimaan (receiving) yaitu kesediaan untuk menghadirkan dirinya untuk mendapatkan atau memerhatikan pada suatu perangsang.
  2. Penanggapan (responding), yaitu keturutsertaan, memberi reaksi, meunjukkan kesenangan memberi jawaban secara sukarela.
  3. Penghargaan (valuing), yaitu kepekatanggapan terhadap nilai atas suatu rangsangan, tanggung jawab, konsisten, dan komitmen.
  4. Pengorganisasian (organization), yaitu mengintegrasikan aneka macam nilai yang berbeda, memecahkan konflik antarnilai, dan membangun sistem nilai, serta pengkonseptualisasian suatu nilai.
  5. Pengkarakteriisasian (characterization), yaitu proses afeksi di mana individu mempunyai suatu sistem nilai sendiri yang mengendalikan perilakunya dalam waktu yang usang yang mcmbentuk gaya hidupnya, hasil berguru ini berkaitan dengan teladan umum pembiasaan diri secara personal, sosial, dan emosional.
Indiaktor Aspek Psikomotor
Ranah ini berkaitan dengan keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak sehabis mendapatkan dan mengenyam penagalaman berguru tertentu. Aspek psikomotorik ini sanggup dilihat atau diamati pribadi dilapangan. Indiaktor aspek psikomotor (Samson 1974) mencakup:
  1. Persepsi (perception), yaitu pemakaian alat-alat perasa untuk membimbing efektifitas gerak.
  2. Kesiapan (set), yaitu kesediaan untuk mengambil tindakan.
  3. Respons terbimbing (guide respons) , yaItu tahap awal berguru keterampilan lebih kompleks, meliputi peniruan gerak yang dipertunjukan lalu mencoba-coba dengan memakai jawaban jamak dalam menangkap suatu gerak.
  4. Mekanisme (mechanism), yaitu gerakan penampilan yang melukiskan proses di mana gerak yang telah dipelajari, lalu diterima atau diadopsi menjadi kebiasaan sehingga sanggup ditampilkan dengan penuh percaya diri dan mahir.
  5. Respons aktual kompleks (complex over respons), yaitu penampilan gerakan secara jago dan cermat dalam bentuk gerakan yang rumit, kegiatan motorik berkadar tinggi.
  6. Penyesuaian (adaptation), yaitu keterampilan yang telah dikembangkan secara lebih baik sehingga tampak sanggup mengolah gerakan dan menyesuaikannya dengan tuntutan dan kodisi yang khusus dalam suasana yang lebih problematis,
  7. Penciptaan (origination), yaitu penciptaan teladan gerakan gres yang sesuai dengan situasi dan duduk kasus tertentu sebagai kreativitas.

Sumber http://wimsonevel.blogspot.com


EmoticonEmoticon