Jumat, 19 Oktober 2018

Menerjemahkan Alam Semesta Kedalam Bahasa Manusia

Menerjemahkan alam semesta kedalam bahasa insan itulah arti membaca yang sebenarnya, dengan membaca maka kita bisa melihat,mengetahui dan mengerti ihwal hal-hal baru. Namun masing-masing insan memiliki kemampuan dan kesempatan yang berbeda sehingga ada yang hanya membaca melalui buku atau goresan pena hasil bacaan orang lain, melihat televisi, ada yang membaca melalui klarifikasi orang lain dan ada juga yang bisa memahami secara eksklusif ihwal alam semesta untuk kemudian diberitahukan kepada makhluk lain. Permasalahanya ialah begitu besar dan rumitnya alam semesta sehingga terkadang tidak bisa diterjemahkan kedalam bahasa manusia, hasilnya ilmu yang sudah didapat hanya bisa dinikmati sendiri sambil berusaha memberitahukan melalui banyak sekali cara gres yang sekiranya bisa.


 


Media penerjamah alam semesta kedalam bahasa manusia



  1. Kode atau sandi

  2. Kata – kata yang keluar dari mulut.

  3. Tulisan hasil coretan atau ketikan komputer.

  4. Gambar atau foto.

  5. Video.

  6. Benda.

  7. Dan media lain sesuai dengan kemampuan dan keunikan masing-masing pribadi.


Dengan membaca maka kita bisa mengenal dan mengagumi hasil karya Tuhan yang sangat luar biasa, misalnya ia telah membuat insan dari segumpal darah yang hingga dikala ini insan belum sanggup menemukan teknologi tercanggih untuk menirunya, namun Tuhan sangat pemurah sehingga selalu mengajarkan insan dengan mediator kalam, melalui bahasa tingkat tinggi perpaduan suara, benda,gambar dan yang lainya dalam wujud bencana dan pemandangan alam semesta. Namun seringkali kita sebagai insan justru melampui batas alasannya ialah merasa bisa mencukupi kebutuhan sendiri, alasannya ialah merasa bisa melaksanakan yang terbaik. supaya kita tidak termasuk golongan tersebut alasannya ialah kehidupan terbaik ialah ketika kita bisa mendekat kepada Tuhan sehingga tidak ada kekhawatiran dalam menjalani hidup.


 


Dalam bidang ilmu bangunan juga sanggup berkembang hingga dikala ini alasannya ialah pendahulu kita telah membaca alam semesta, ada yang melaksanakan penelitian materi bangunan sehingga sanggup mengetahui berat jenisnya, ada yang melaksanakan uji kekuatan materi bangunan. sehingga dari hasil pembacaan tersebut kemudian sanggup disimpulkan hasil rata-rata berupa angka-angka maupun istilah kata-kata, dari kesimpulan tersebut kemudian berhasil dibentuk rumus standar untuk digunakan generasi penerusnya dalam memperkirakan, merencanakan dan menghitung desain bangunan terbaik di zamanya. jadi silahkan membaca alam semesta sebanyak mungkin, bacalah secara eksklusif bukan hanya dari buku karya anak indonesia atau hasil terjemahan bahasa absurd alasannya ialah kalau begini maka kita tidak bisa menjadi yang pertama dalam memahami alam semesta. dan yang terpenting ialah mau membagikan ilmu tersebut sehingga tidak hilang ketika maut menghampiri kita, tidak perlu khawatir ilmu kita berkurang apabila membagikanya namun yang terjadi justru sebaliknya yaitu semakin bertambah, mari membaca alam semesta 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon