Minggu, 21 Oktober 2018

Cerpen Percobaan - Melatih Diri Bersastra | Menjadi Yang Utama

Menjadi yang Utama. Pada suatu hari di awal 2016, datanglah Ganteng dan Cantik ke suatu kota. Mereka berniat mendaftarkan diri pada salah satu universitas di kota itu. Keduanya ialah lulusan dari dua SLATA berbeda, yang satu dari pedesaan dan yang satu dari perkotaan.

“Hai, boleh kenalan? namaku Ganteng”
“Hai juga. Saya Cantik. Kamu mahasiswa gres juga ya?”
“Hehe ... Ia.”
“Kenapa Ketawa?”
“Tidak, lucu saja.”
“Isss, apanya yang lucu?”
“Kamu manis secantik namamu. Aku menyerupai sedang berhadapan dengan masa depan, sekarang.”
“Kamu kenapa tidak masuk sekolah lawak saja, tampaknya cocok tuh?” sahut Cantik.
‘Hehehehe... Oh ya, senang berkenalan denganmu hari ini. Semoga kita bisa menjadi teman”, kata Ganteng.
Ahhh shhhe up, saya juga. Semoga demikian! Jawab Cantik sembari tersenyum.


Karena kegigihan mereka untuk kuliah, semua bentuk acara mereka jalani, segala jenis persyaratan mereka lengkapi sampai jadinya mereka dinyatakan lolos dan layak menjadi mahasiswa dan mahasiswi universitas yang mereka pilih tersebut.

“Selamat kepada mahsiswa dan mahasiswi yang telah dinayatkan lolos. Selamat tiba di kampus ini, biar hari-hari kalian menyenangkan” kata ketua panitia peneriman mahasiswa/i baru.

Pada awal semester satu, selain aktif kuliah, keduanya aktif di banyak sekali organisasi kemahasiswaan dan organisasi lain di luar kampus. Karena paras keduanya cukup sanggup memikat banyak hati, baik laki-laki maupun wanita, keduanya diangkat menjadi "The Star" di kampus itu.

Tahun-tahun pertama dan kedua mereka lewati dengan penuh kebahagiaan. Kehidupan keduanya sangat penuh dengan drama. Saking sibuknya, keduanya bahkan tidak begitu mengenal sahabat sekelas mereka alasannya sering mengikuti acara di luar kampus.

Pada tahun ketiga, di awal semseter kelima, mereka berkenalan dengan seorang laki-laki pedesaaan, laki-laki lugu yang tak setenar keduanya. Dia ialah Pintar. Sesuai dengan namanya, ia ialah anak paling pandai di kampus itu. Nilai hasil studinya selalu menjadi sorotan banyak mahasiswa, pun para dosen. Dia jarang bergaul dan tak mempunyai banyak teman, tidak pernah bergabung dalam organisasi apapun, menyerupai yang dilakukan oleh Cantik dan Ganteng. Akan tetapi, alasannya kemampuannya yang sangat jenius, ia dikenal baik oleh teman-teman sekelasnya. Ia sering mewakili jurusannya mengikuti lomba, baik lomba antarjurusan, antarfakultas maupun antaruniversitas. Dari situlah dirinya mulai dikenal orang alasannya sering memenangi perlombaan.

Keberadaan dan ketenaran Cantik dan Ganteng kini bisa dibendungi oleh Pintar, meskipun seorang diri. Bahkan, di semester keenam, kehidupan kampus Cantik dan Ganteng sudah mulai meredup. Mereka sudah mulai jarang tiba ke kampus, jarang mengikuti kuliah, dan jarang melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tiap-tiap organisasi yang pernah menjuluki mereka “The Star”. Akibatnya, banyak pihak yang tak lagi memercayai mereka dan bahkan ilfil dengan perilaku keduanya yang tidak sebaik dulu. Kepopuleran keduanya kini direnggut oleh Pintar.

Sementara itu, Pintar semakin mengatakan kebolehannya di mata fakultas dan universitas dengan menggondol banyak sekali medali di kancah regional maupun nasional. Berbagai bentuk piagam dan penghargaan, baik dari kampus maupun dari luar kampus disematkan pada dirinya. Kini, kepopulerannya itu betul-betul menutupi ketenaran dan keberadaan Cantik dan Ganteng. Sayang seribu sayang, tahun keempat perkuliahannya menerima duduk kasus bertubi-tubi alasannya duduk kasus finansial. Ketidaksanggupannya mengelola keuangan membuatnya harus menderita alasannya sering boros. Akibatnya, kehidupan kampusnya juga mulai mengalami perubahan jelek alasannya tidak bisa membayar uang kuliah, termasuk untuk mencukupi kebutuhanya sehari-hari.

Hingga suatu hari, ketika ia sedang berjalan mencari-cari pekerjaan paruh waktu, ia bertemu dengan seseorang yang kebetulan sangat mengidolakan dirinya. Ia pernah menjadi mahasiswa, tetapi kuliahnya berantakan. Ia dikenal sebagai pembuat onar sehingga ia di-drop out dari kampusnya. Dia ialah Kaya, sahabat usang Pintar yang sudah usang tak ditemuinya. Mereka terpaksa harus berpisah alasannya orang bau tanah Kaya mendaftarkan dirinya pada salah satu universitas termahal di suatu kota, sedangkan Pintar menentukan mendaftar pada univesitas di mana Ganteng dan Cantik mendaftar.
Setelah bercerita lama, Kaya menetapkan untuk mempekerjakan Pintar di salah satu kantor milik ayahnya yang kebetulan diwariskan kepadanya. Pintar ditetapkan sebagai salah satu karyawan di kantor tersebut.

Hari pertama kerja, ia terkejut alasannya bertemu dengan kedua sahabat lamanya. Cantik dan Ganteng juga bekerja di kawasan itu. Betapa terkejutnya pula Cantik dan Ganteng menemui Pintar yang mengenakan pakaian kerja. Keduanya tidak pernah menyangka, ketenaran dan kejeniusan Pintar hanya akan membawanya ke kawasan kerja mereka ketika itu. Cantik dan Ganteng bahkan mengharapkan sesuatu yang lebih dari Pintar dan bukan hanya menjadi karyawan biasa menyerupai diri mereka.

The End


=========
Author:
ariesrutung

Sumber http://ariesrutung.blogspot.com


EmoticonEmoticon