Sabtu, 20 Oktober 2018

Alih Isyarat Dan Campur Isyarat Guru Bahasa Indonesia Dalam Mengajar

Sebagai masyarakat dwibahasa atau bahkan multibahasa, penguasaan dan pengetahuan kita terhadap bahasa-bahasa yang kita gunakan kadang kala dirancukan dalam pemakaiannya. Masalah ini tidak pernah terelakkan dari mereka yang menganggap dirinya dwibahasawan atau multibahasawan, baik yang berakal maupun yang tidak terpelajar. Implikasi dari hal tersebut, dalam pemakaiannya, bahasa-bahasa itu sering dialihtukarkan. Kata-kata tertentu dalam bahasa A dicampur dengan bahasa B yang ialah isyarat dasar dalam komunikasi, demikianpun sebaliknya.


Seseorang dwibahasawan atau multibahasawan tidaklah memakai satu bahasa secara mutlak, tetapi ia cenderung akan memanfaatkan unsur bahasa lain dalam komunikasinya. Individu yang dwibahasawan dan/atau multibahasawan niscaya akan memakai kosakata bahasa lain yang ia kuasai saat berbicara dengan orang lain, di mana kosakata itu merupakan kosakata yang dipungut atau diambil dari bahasa lain (Rusmiyati, 2013). Di sisi hal ini, individu yang memakai dua atau lebih kata dalam komunikasi sanggup disimpulkan bahwa pengetahuan kebahasaannya berlebih atau sedang mengikuti trendi yang kebetulan sesuai dengan konteks komunikasinya.





==========
Author:
ariesrutung95

Sumber http://ariesrutung.blogspot.com


EmoticonEmoticon