Minggu, 02 September 2018

Tradisi Makan Pinang

Di indonesia, tradisi makan sirih-pinang atau makan pinang atau makan sirih merupakan bab dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dilakukan hampir di seluruh wilayah di Indonesia, ibarat Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua. Di setiap daerah, tradisi ini dinamai berbeda oleh setiap masyarakat pelakunya. Berangkat dari istilah atau sebutan-sebutan yang bervariasi tersebut, secara umum, kita mengenalnya dalam bahasa Indonesia dengan sebutan makan pinang, makan sirih-pinang, dan/atau makan sirih. Sebutan-sebutan itu secara eksklusif merujuk pada materi utama masakan tersebut, adalah pinang, sirih, kapur. Ada juga (daerah lain) yang mencampurnya dengan tembakau, ibarat Manggarai.

Di Papua, tradisi makan sirih-pinang (selanjutnya disebut makan pinang) menjadi bab yang tak terpisahkan dan menjadi info budaya masyarakat pelakunya. Tradisi makan pinang mempunyai cara pandang tersendiri di bebagai budaya yang ada di Papua. Suku orisinil Papua di Nabire secara khusus atau barangkali masyarakat Indonesia secara umum, memercayai pinang sanggup menguatkan gusi, gigi, dan menghilangkan anyir mulut. Selain itu, dala tradisi buka kebun baru, pinang biasanya digunakan sebagai sesajian, bentuk komunikasi insan atau masyarakat setempat kepada leluhur mereka, secara khusus mereka yang menjaga hutan atau pemilik hutan yang akan digunakan untuk bercocok tanam.

Batasan usia untuk mengonsumsi pinang dalam tradisi makan pinang di Papua tidak saja dilakukan oleh sesepuh, orang tua, orang dewasa, tetapi juga mereka yang berusia belum dewasa dan remaja. Meskipun demikian, anak-anak, remaja, dan orang cukup umur mempunyai kebiasaan dan porsi yang berbeda dengan orang bau tanah dan sesepuh. Hal ini sanggup kita jumpai dan amati pada orang bau tanah yang mempunyai gigi berwarna hitam-kemerah-merahan jawaban terlalu sering menongsumsi pinang.

Tradisi makan pinang – perpaduan buah/daun sirih, buah pinang yang dicampur dengan kapur, dikunyah, dan diludahkan sehingga menghasilkan bercak merah – merupakan kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun. Sejak dahulu sampai sekarang, bahan-bahannya tidak pernah berubah. Barangkali, cara makan pinang setiap orang saja yang berbeda-beda. Ada yang memakan sirih terlebih dahulu, diikuti pinang dan kemudian kapur, juga ada yang sebaliknya, pinang terlebih dahulu, kemudian secara berurutan sirih dan kapur.



==========
Author:
ariesrutung95

Sumber http://ariesrutung.blogspot.com


EmoticonEmoticon