Sabtu, 01 September 2018

Cara Kaya Meskipun Tanpa Harta

Akhir-akhir ini kita dicekoki dengan sebuah paket budaya yang dibungkus dengan kemasan gemerlap nan indah sehingga semua tertarik untuk melirik, mendekat, memegang dan mulai menggunakanya. Budaya tersebut berjudul “ORANG KAYA ADALAH BANYAK HARTA”, hal itu seakan benar sehingga kita beserta  ratusan atau bahkan jutaan orang berlomba-lomba untuk sanggup meraih label tersebut. Dari mulai bersaing menggunakan pakaian terbaik, membangun rumah nan megah, kendaraan nan mewah, keluarga dengan titel pendidikan tinggi berjejer, bermacam usaha dilalui sehingga diri seringkali merasa lelah, selanjutnya dikala jalan halal tidak kunjung membuahkan hasil maka tak jarang larinya ke hal-hal tidak baik mirip korupsi, pencurian dan bermacam tindakan tercela lainya. Pada kenyataanya semakin banyak harta maka yang ada justru semakin merasa kurang dan jauh dari rasa cukup, kemudian sebetulnya langkah apa yang seharusnya dilakukan! mungkinkah ada cara kaya meskipun tanpa harta? jawabanya niscaya ada, hanya saja kemungkinan kita belum tahu atau sudah mengetahui tapi begitu berat untuk menjalankanya. untuk itu mari kita bahas lebih lanjut 🙂


 


Pada kenyataanya kita semua yaitu orang kaya, dan yang menawarkan label miskin yaitu diri kita sendiri alasannya yaitu Allah SWT Tuhan maha kaya yang sekaligus maha pemberi sudah menawarkan nikmat kekayaan yang sangat aneka macam sehingga tak terhitung jumlahnya


Bukti bahwa  banyak harta belum tentu kaya



  1. Orang kaya berarti merasa cukup atau bahkan lebh sehingga sanggup membagikan kelebihan tersebut kepada orang lain. kenyataanya justru yang lebih sanggup memberi yaitu orang-orang yang hidupnya kekurangan harta, sebaliknya yang bergelimang harta justru banyak perhitungan dikala akan menawarkan sesuatu sehingga menjadi orang pelit.

  2. Para pejabat yang melaksanakan korupsi yaitu orang-orang yang sudah bergelimang harta, kemudian kenapa masih harus berkorupsi lagi? jawabanya yaitu alasannya yaitu masih menganggap diri sebagai orang miskin.

  3. Bagi yang sedikit harta maka akan lebih berpeluang besar untuk mencicipi nikmatnya makan meskipun menunya biasa saja, sebaliknya yang banyak harta justru punya banyak pantangan makanan sehingga tidak lagi sanggup menikmatinya.

  4. Yang namanya rezeki itu yaitu apa yang sudah masuk ke tenggorokan. jadi rumah, mobil, pakaian dan sejenisnya itu belum tentu milik kita, sanggup jadi itu yaitu rezekinya anak cucu dan kita hanya bertugas menjaganya .

  5. Bukti yang lain silahkan dicari dan kalau sudah ketemu sanggup menyebarkan ilmu disini.


Dengan menulis artikel ini bukan berarti penulis menyuruh untuk tidak memiliki banyak harta, tentu saja akan lebih baik kalau bergelimang harta sekaligus merasa kaya sehingga sanggup menggunakan harta tersebut sebagai alat untuk menebar manfaat.


 


Jadi permasalahanya hanya terletak pada jalan mana yang kita gunakan untuk menggali kekayaan tersebut, Misalnya kita punya sebuah tanah pekarangan yang didalamnya tersimpan harta karun berlimpah, kita tahu bahwa yang namanya harta karun itu seringkali terpendam jauh didalam tanah. Namun seringkali kita tidak tahu lokasi harta karun tersebut sehingga mencari cara lain untuk memperindah tanah pekarangan. meletakan bermacam hiasan diatas tanah tersebut sehingga setiap orang yang memandangnya sanggup bilang wah, namun pada kenyataanya pandangan orang-orang tersebut hanyalah semu alasannya yaitu selamanya kita tidak akan pernah menemukan harta terpendam yang seharusnya lebih bermanfaat. Nah.. bila kita ibaratkan harta karun itu yaitu diri kita maka kita akan tahu bahwa yang harus kita gali dan kita bangkit yaitu diri, bukanya menghiasnya dengan aneka macam sampul kemewahan harta yang tidak akan pernah sanggup mengantarkan kita sebagai orang kaya, jadi mari kita gali kekayaan tersebut 🙂



Sumber www.ilmusipil.com


EmoticonEmoticon